Setiap manusia pasti pernah merasakan beratnya hidup. Ada masa hati terasa sesak, pikiran gelisah, dan langkah terasa lemah. Islam sebagai agama yang sempurna tidak membiarkan hamba-Nya menghadapi kondisi ini sendirian. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk menghadapi tekanan batin adalah doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ،
“Allahumma inni a‘udzu bika minal hammi wal hazan…”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan…)
Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah pengakuan bahwa manusia lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah.
BACA JUGA: Mengurai Sabarmu dalam Doa
Dalam hadits shahih riwayat Abu Dawud, Rasulullah ﷺ sering membaca doa ini. Para ulama menjelaskan bahwa “ham” adalah kegelisahan terhadap perkara yang akan datang, sedangkan “hazan” adalah kesedihan atas perkara yang telah berlalu. Dua penyakit hati ini jika dibiarkan dapat melemahkan iman dan merusak semangat hidup seorang muslim.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa kegelisahan dan kesedihan adalah pintu masuk berbagai penyakit hati. Ia berkata, “Kesedihan melemahkan hati, memadamkan semangat, dan menghalangi seorang hamba dari amal.” Karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk berlindung dari dua hal ini sejak awal.
Berdoa dengan doa ini juga mengajarkan kita adab tauhid. Kita tidak mengadu kepada manusia secara berlebihan, tetapi terlebih dahulu mengadu kepada Allah. Ini menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu membolak-balikkan keadaan hati. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Selain itu, doa ini melatih kita untuk hidup seimbang. Islam tidak melarang kesedihan, namun melarang larut di dalamnya. Rasulullah ﷺ sendiri pernah bersedih, tetapi beliau tidak membiarkan kesedihan menguasai hidupnya. Beliau mengajarkan doa, ikhtiar, dan tawakal.
BACA JUGA: Doa Memohon Kemudahan dalam Setiap Urusan
Ulama salaf seperti Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Aku mengetahui obat bagi hati yang gelisah, yaitu berlindung kepada Allah dan memperbanyak doa.” Ini menunjukkan bahwa doa bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan iman.
Maka, memperbanyak doa “Allahumma inni a‘udzu bika minal hammi wal hazan” adalah bentuk penjagaan diri. Ia menjadi benteng hati di tengah ujian hidup, sekaligus pengingat bahwa seberat apa pun beban, selalu ada tempat kembali. Dan tempat itu adalah Allah, sebaik-baik Pelindung dan Penolong. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


