Saat penaklukan Makkah (Fathu Mekkah), yaitu pada pagi hari setelah penaklukan, Ibnu Al-Atswa’ Al-Hudzali seorang musyrik datang ke Makkah untuk melihat langsung dan bertanya tentang kondisi orang-orang di sana. Saat itulah, ia dilihat oleh orang-orang kabilah Khuza’ah yang mengenalinya. Kemudian mereka mengepungnya yang pada saat itu berada di salah satu sisi tembok Makkah.
Orang-orang kabilah Khuza’ah berkata, “Apakah benar engkau orang yang membunuh Ahmar?”
Ibnu Al-Atswa Al-Hudzali menjawab, “Ya, benar. Akulah orang yang membunuh Ahmar. “Apakah yang kalian harapkan?”
BACA JUGA: Sejarah Kesyirikan di Muka Bumi
Tiba-tiba Khirasy bin Umaiyyah datang dengan menghunus pedang seraya berkata, “Jauhilah orang ini.”
Demi Allah, dengan cara seperti itu, Khirasy bin Umaiyyah ingin menjauhkan orang-orang dari Ibnu Al-Atswa’ Al-Hudzali. Betul, ketika mereka menjauh dari ibnu Al-Atswa’ Al-Hudzali, ia menyerangnya dan menikam perutnya dengan pedang. Ketika itu, isi perut Ibnu Al-Atswa Al-Hudzali terurai keluar dan kedua matanya pelan-pelan terpejam seraya berkata, “Mengapa kalian melakukan ini, wahai orang-orang kabilah Khuzaah?”
Demikianlah peristiwanya hingga akhirnya ia jatuh terkulai tak berdaya dan tewas.
Rasulullah bersabda, “Hai orang-orang kabilah Khuzaah, hentikanlah tangan kalian dari membunuh. Sungguh, seandainya pembunuhan itu bermanfaat maka ia akan sangat marak. Karena kalian telah membunuh seseorang maka aku akan membayar diyatnya.”
BACA JUGA: Mengapa Arah Kiblat Dipindahkan
Tatkala Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam mendengar apa yang dilakukan oleh Khirasy bin Umaiyyah, beliau bersabda, “Sesungguhnya Khirasy benar-benar seorang pembunuh.”
Ibnu Ishaq menceritakan: Sa’id bin Abu Sa’id Al-Maqburi meriwayatkan kepadaku dari Abu Syuraih Al-Khuzai, ia berkata: Pada saat Amr bin Zubair tiba di Makkah untuk memerangi saudaranya, Abdullah bin Zubair, aku menemui Amr bin Zubair dan berkata kepadanya, “Wahai Amr bin Zubair, duhulu saat pembebasan kota Makkah aku ikut bersama Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam. []
BERSAMBUNG
Referensi: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


