Bala dan sabar cobaan yang datang dari Allah sebenarnya telah dipastikan tahapan akan berakhir. Tak ada jalan lain bagi orang yang terkena cobaan itu kecuali harus bersabar hingga berakhirnya masa cobaan.
Orang yang resah sebelum cobaan itu berakhir, maka kemudahannya tidak akan menghasilkan apa-apa. Bagaikan sari-sari makanan yang ditelan, jika telah tersebar dalam anggota badan pasti tak akan kembali lagi. Sesungguhnya terus-menerus memaksa agar cobaan itu berlalu dengan cepat, padahal waktunya telah ditentukan, tak akan ada faedahnya.
BACA JUGA: Ujian bagi Orang Mukmin
Kita semua wajib bersabar meskipun berdoa itu tetap wajib dan diperintahkan.
Tidaklah wajar jika seseorang berdoa untuk meminta agar bala itu dipercepat selesainya. Jadikan sabar, doa, dan penyerahan diri kepada yang maha bijaksana sebagai ibadah. Tinggalkan segala hal yang dapat menyebabkan terjadinya bala. Jika tidak bisa bisa-bisa bala dan cobaan itu akan menjadi siksaan baginya.
Orang yang ingin cepat-cepat, sama saja dengan mendesak Tuhan. Sikap seperti itu tidak pantas disebut ibadah. Percobaan seseorang perlu ridho dan sabar.
BACA JUGA: Sabar, Datangnya dari Allah
Menghadapi Tuhan dengan selalu berdoa adalah tindakan yang terpuji, dan berpaling darinya adalah haram dan ingin cepat berlalu dari bala adalah tindakan memaksa.
Pahamilah itu semua, pasti akan terasa ringan segala cobaan yang mendarat. []
Referensi: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


