Di dunia ini, manusia berlomba mengumpulkan harta. Ada yang mengejar kekayaan, jabatan, dan berbagai kenikmatan. Namun semua itu bisa hilang. Bisa dicuri. Bisa pula lenyap dalam sekejap.
Berbeda dengan sabar. Ia adalah harta yang tidak bisa dicuri siapa pun.
Ulama besar tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, pernah berkata:
الصَّبْرُ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْخَيْرِ لَا يُعْطِيهِ اللَّهُ إِلَّا لِعَبْدٍ كَرِيمٍ عِنْدَهُ
“Sabar adalah salah satu harta kekayaan dari perbendaharaan kebaikan. Allah tidak memberikannya kecuali kepada hamba yang mulia di sisi-Nya.”
(Mukhtasar ‘Uddatush Sabirin wa Dzakhiratusy Syakirin, hlm. 43)
BACA JUGA: Kesabaran Istri, Kunci Keberkahan Rumah Tangga
Perkataan ini mengingatkan kita tentang nilai sabar yang sangat tinggi. Sabar bukan sekadar menahan diri. Ia adalah kekuatan hati.
Sabar membuat seseorang tetap tenang ketika menghadapi ujian. Ia tidak mudah putus asa. Ia tidak pula tergesa-gesa dalam bertindak.
Sabar juga menjaga seseorang dari maksiat. Saat godaan datang, orang yang sabar mampu menahannya. Ia memilih taat kepada Allah daripada mengikuti hawa nafsu.
Begitu pula dalam ketaatan. Sabar membuat seorang hamba tetap istiqamah beribadah. Walaupun terasa berat, ia tetap melangkah.
Karena itulah sabar disebut sebagai harta kekayaan. Nilainya lebih besar daripada kekayaan dunia. Harta dunia bisa hilang. Namun sabar akan terus memberi kebaikan bagi pemiliknya.
BACA JUGA: 5 Kunci Kesabaran agar Terhindar dari Maksiat
Tidak semua orang mendapatkannya. Allah hanya memberikannya kepada hamba yang Dia muliakan.
Maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang sabar. Karena sabar adalah bekal berharga menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


