JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Saudaraku, Jadilah Manusia Terbaik: Memberi Manfaat dan Bersabar atas Ujian

Saudaraku,

Kehidupan ini sejatinya bukan hanya tentang bagaimana kita membangun diri sendiri, tetapi juga tentang sejauh mana kita menjadi manfaat bagi orang lain. Dalam sebuah nasihat yang penuh makna, Al Imam Ibnu Rojab al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Secara umum, manusia terbaik itu ialah: yang paling besar manfaatnya bagi orang lain, dan paling mampu bersabar dalam menghadapi gangguan orang lain.” (Lathoiful Ma’arif, hlm. 231)

Nasihat ini selaras dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an tentang sifat orang-orang bertakwa: “(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

BACA JUGA:  Saudaraku, Hanya kepada Allah

Saudaraku

Ayat ini menggambarkan tiga pilar penting bagi seorang mukmin: kedermawanan yang tak terbatas oleh kondisi, kemampuan menahan amarah, dan keikhlasan dalam memaafkan. Inilah yang menjadikan seseorang termasuk golongan yang dicintai oleh Allah Ta’ala.

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain bukan hanya tentang harta, tetapi juga dengan tenaga, ilmu, doa, nasihat yang tulus, atau bahkan sekadar senyuman. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Betapa besar kedudukan amal yang membawa kebaikan bagi sesama. Saat kita membantu orang lain, hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri sendiri di sisi Allah. Bahkan, dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang memudahkan kesulitan seorang mukmin dari kesulitan dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kesulitan di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Saudaraku, selain memberi manfaat, manusia terbaik juga adalah mereka yang mampu bersabar atas gangguan, celaan, dan ujian dari manusia lain. Ini bukan perkara mudah, sebab tabiat manusia sering kali mudah marah, mudah tersinggung, atau kecewa. Namun, Allah memuji hamba-hamba-Nya yang mampu menahan amarah dan memilih untuk memaafkan.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Bukanlah kesabaran itu hanya pada musibah, tetapi juga kesabaran atas gangguan orang-orang yang zalim dan kesabaran atas ketaatan kepada Allah.”

Kesabaran semacam ini menuntut kelapangan dada yang besar dan hati yang lapang. Orang yang sabar mampu memandang gangguan itu sebagai ujian yang mendewasakan, bukan sebagai alasan untuk membalas atau menyimpan dendam. Rasulullah ﷺ sendiri menjadi teladan paling mulia dalam hal ini. Betapa banyak beliau disakiti, dicaci, bahkan dianiaya, tetapi beliau memilih bersabar, memaafkan, dan tetap mendoakan kebaikan.

Saudaraku, betapa indahnya bila kita bisa menjadi seperti itu: tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga mampu bersabar atas ujian dan gangguan. Itulah karakter manusia terbaik yang dicintai Allah dan dicintai pula oleh manusia.

BACA JUGA: Saudaraku, Perbanyaklah Istighfar

Renungan ini mengingatkan kita untuk selalu menilai diri sendiri: sejauh mana kita sudah memberi manfaat kepada orang lain? Sejauh mana kita mampu bersabar atas gangguan mereka? Jika kita masih sering marah, mudah tersinggung, dan sulit memaafkan, berarti kita masih jauh dari sifat manusia terbaik.

Mari kita berusaha, meski perlahan, untuk memperbaiki diri. Mulailah dari hal-hal kecil: membantu tanpa pamrih, memberi maaf kepada yang menyakiti, dan menahan amarah meskipun kita mampu membalas. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang dicintai-Nya, karena kebaikan dan kesabaran kita.

Saudaraku, jadilah pribadi yang selalu dinantikan kehadirannya karena manfaatnya, dan tetap dirindukan meski telah tiada karena kebaikan yang ditinggalkannya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah: 120) []

Referensi:
Al Imam Ibnu Rojab al-Hanbali, Lathoiful Ma’arif (hlm. 231)
Al-Qur’an, QS. Ali ‘Imran: 134
HR. Thabrani, dinilai hasan oleh Al-Albani
HR. Muslim
Perkataan Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Kebaikan, Bisa Jadi yang Kecil Itu yang Menyelamatkanmu

Nasihat

Jangan Cabut Uban!

Nasihat

Saudaraku, Waspadailah Hilangnya Kenikmatan Ibadah

Nasihat

Sahabat dalam Cahaya Iman