Sering kali kita menunda memberi nasihat karena merasa diri belum cukup baik. Hati berbisik, “Aku saja masih banyak kekurangan, bagaimana bisa menasihati orang lain?” Padahal, pemikiran seperti ini justru bisa menjadi penghalang tersebarnya kebaikan.
Seorang ulama besar, Hasan Al-Bashri rahimahullah, pernah berkata, bahwa dirinya menasihati bukan karena ia yang paling baik atau paling shalih.
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih diantara kalian.
BACA JUGA: Nasihat Orang-orang Bijak tentang Maut
Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya sempurna niscaya tidak akan ada pemberi nasihat.”
(Mawa’izh lil imam Al-Hasan Al-Bashri, 185
Hasan Al-Bashri menyadari bahwa dirinya pun memiliki kekurangan. Namun, jika setiap muslim menunggu sempurna sebelum menasihati, maka nasihat tidak akan pernah ada di tengah manusia.
Inilah pelajaran penting bagi kita. Islam adalah agama saling menasihati. Kebaikan tidak menunggu kesempurnaan, tetapi berjalan seiring dengan proses memperbaiki diri. Justru ketika kita menasihati orang lain, sejatinya kita juga sedang menasihati diri sendiri.
Memberi nasihat bukan berarti merasa lebih suci. Bukan pula menunjukkan bahwa kita lebih baik. Tetapi itu adalah bentuk kepedulian, tanda cinta kepada sesama muslim agar bersama-sama menuju kebaikan.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Abdullah bin Amru bin Ash
Namun, tetap perlu diingat, nasihat yang baik lahir dari hati yang ikhlas dan disampaikan dengan cara yang lembut. Bukan dengan merendahkan, bukan pula dengan menyakiti.
Di penghujung Ramadan ini, mari kita hidupkan budaya saling menasihati. Tidak menunggu sempurna, tetapi terus berusaha memperbaiki diri sambil mengajak orang lain dalam kebaikan.
Karena bisa jadi, nasihat sederhana yang kita sampaikan hari ini, menjadi sebab hidayah bagi orang lain—dan juga bagi diri kita sendiri. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


