JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Tidak Ada yang Lebih Berat dalam Timbangan Amal di Akhirat Kelak Dibandingkan dengan …

“Dari Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah bersabda, “Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan (amal di akherat kelak) dibandingkan dengan akhlak mulia.” (Abu Dawud no. 4799 disahihkan Al-Albani).

Dalam lafal lain diriwayatkan sebagai berikut:

«مَا مِنْ شَيءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيبلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِب الصَّومِ، وَالصَّلاةِ»

“Tidak ada yang lebih berat ketika diletakkan pada timbangan (amal di akherat kelak) dibandingkan dengan akhlak mulia, sesungguhnya orang yang berakhlak mulia akan mencapai derajat ahli shalat dDalam hadits tersebut disebutkan oleh Rasulullah bahwa timbangan amal kelak pada hari kiamat akan menjadi lebih berat disebabkan dengan adanya akhlak mulia. Hal ini menandakan bahwa urusan akhlak mulia adalah agung di sisi-Nya, demikian pula pahalanya.

Karena itu banyak hadits yang menyuruh umat muslim untuk berakhlak baik, terutama kepada keluarganya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهمْ

Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.” (Hadits Tirmidzi no. 1162 dihasansahihkan oleh Al-Albani).

عن عائشة قالت : ” قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : «إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ المؤمنينَ إِيمَانا : أَحسَنُهُمْ خُلُقا ، وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ

Aisyah berkata bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya anda dari kesempurnaan iman orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknyadan yang paling lembut kepada keluarganya.” (Hadits Tirmidzi no. 2612 dihasansahihkan oleh Al-Albani).

Berkata Al-Halimi rahimahullah, “Hadits di atas menunjukkan bahwa iman seseorang itu bertingkat–tingkat. Barangsiapa yang akhlaknya indah berarti imannya mantap, sebaliknya barangsiapa yang akhlaknya kurang berarti imannya juga kurang. Rasulullah pun menegaskan kaitan akhlak yang baik dengan kesempurnaan iman dalam hadits itu:

خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”

Yaitu orang yang mampu bersikap sabar dalam menghadapi tingkah laku dan kekurangan akal mereka sehingga tetap menampakkan wajah yang berseri dan sikap yang baik.” (Faidhul Qadir karya Al-Munawi 2/97). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Hukum Berdo’a Keburukan untuk Orang Lain (2-Habis)

Kajian

Hukum Berdo’a Keburukan untuk Orang Lain (1)

Kajian

10 Adab Tidur Lengkap yang Diajarkan Rasulullah (2-Habis)

Kajian

10 Adab Tidur Lengkap yang Diajarkan Rasulullah (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *