Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia, semoga Allah Subhanahu wa Ta’la senantiasa menjagamu, sebagian da’i berpendapat bahwa hendaklah kita dalam berdakwah memulai dengan perkara selain aqidah, karena tersebarnya fitnah dan hasutan, bagaimana pendapatmu dalam masalah itu, jazakumullah khaira?
Jawaban: Jika engkau mendakwahi orang kafir maka wajib memulai dengan tauhid karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus Mu’ads ke Yaman dan berkata:
لكُن أَوَّلَ مَا نَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَهُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ
“Hendaklah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka adalah syahadat laa ilaaha illallah.” (Mustafaqun ‘alaih)
BACA JUGA: Apakah Khamr Termasuk Najis?
Adapun jika engkau berdakwah kepada kaum muslimin tetapi sebagian aqidah mereka rusak, maka jangan engkau bantah dengan mengingkan aqidah mereka sebab mereka berkeyakinan bahwasanya aqidah mereka termasuk dari agama, akan tetapi anjurkan mereka untuk shalat, puasa, haji sampai mereka segan kepadamu, dan merasa senang denganmu, kemudian setelah itu jelaskan tentang keyakinan mereka yang salah
Sehingga hendaknya dibedakan antara keadaan orang yang didakwahi, karena sesungguhnya jika engkau memulai dakwah kepada orang kafir dengan tauhid sedangkan mereka mengingkari dan menolak maka memang dia termasuk orang yang kafir sejak awal. Namun ini adalah seorang muslim dan salah dalam perbuatan bid’ah yang dia lakukan dan dia sangka bahwa hal itu benar. Jika demikian janganlah tergesa-gesa, karena boleh jadi dia akan lari dan tidak menerima dakwahmu sedikitpun.
BACA JUGA:Shalat Tidak Memakai Peci, Apakah Sah?
Tetapi serulah dulu kepada masalah-masalah yang tidak mengandung ikhtilaf, seperti masalah shalat, shadaqah, puasa, dan haji. Kemudian setelah itu jika mereka merasa tenang dan senang kepadamu maka akan mudah bagimu untuk menyampaikan penjelasan kepada mereka tentang apa yang mereka pahami dari bid’ah bahwa hal itu adalah haram dan menganjurkan mereka untuk kembali kepada as-Sunnah. []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Muhaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


