Kehidupan rumah tangga seorang muslim tidak terlepas dari adab dan aturan syariat. Termasuk ketika ada tamu yang datang berkunjung, seorang wanita muslimah perlu menjaga sikap dan adabnya agar tetap sesuai dengan tuntunan Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berhati-hatilah kalian terhadap masuknya laki-laki (non mahram) kepada wanita.” Maka seorang dari kaum Anshar bertanya, “Bagaimana dengan ipar (kerabat suami)?” Beliau menjawab, “Ipar itu adalah maut.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya seorang wanita menjaga diri dari interaksi yang tidak syar’i dengan tamu laki-laki suami yang bukan mahram. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
BACA JUGA: 2 Keistimewaan Bunda Muslimah
1. Menjaga Hijab dan Aurat
Seorang muslimah wajib menjaga auratnya dari pandangan laki-laki asing, termasuk tamu suami. Jangan sampai karena merasa “tamu sendiri” lalu lengah dalam berpakaian. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan bahwa menjaga aurat adalah benteng pertama kehormatan seorang muslimah.
2. Tidak Berdua-duaan dengan Tamu
Wanita tidak boleh berada dalam satu ruangan berdua dengan tamu laki-laki yang bukan mahram, walaupun tamu itu adalah sahabat dekat suami. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Menjaga Suara dan Perkataan
Berbicara dengan tamu laki-laki boleh seperlunya, namun dengan nada wajar dan tidak dibuat-buat. Allah ﷻ berfirman:
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang dalam hatinya ada penyakit, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32)
4. Tidak Sering Muncul di Hadapan Tamu
Idealnya, urusan menjamu tamu adalah tanggung jawab suami. Seorang istri tidak perlu terlalu sering keluar menemui tamu kecuali bila memang dibutuhkan, misalnya membantu menyiapkan hidangan. Imam Al-Auza’i berkata, “Wanita shalihah adalah yang paling menjaga dirinya dari pandangan orang lain.”
5. Meminta Izin Suami dalam Melayani
Jika seorang istri ingin membantu dalam menjamu, sebaiknya dengan izin suami. Hal ini agar tetap terjaga adab, tidak terjadi kesalahpahaman, serta menghindarkan dari fitnah.
BACA JUGA: Perkataan yang Baik, Memuliakan Tamu dan Menghormati Tetangga
6. Menjaga Suasana Rumah
Rumah seorang muslim hendaknya tetap bernuansa islami ketika tamu datang: tidak ada musik, tidak ada ikhtilat (campur baur), dan tetap menegakkan aturan syariat. Imam Malik rahimahullah pernah berkata, “Rumah yang tidak dibangun atas dasar takwa, tidak akan kokoh berdiri.”
Penutup
Menjamu tamu adalah ibadah, tetapi menjaga kehormatan dan adab syar’i lebih utama. Wanita muslimah harus pandai menempatkan diri, menjaga aurat, suara, dan interaksi dengan tamu suami. Dengan demikian, rumah tangga tetap penuh berkah dan terhindar dari fitnah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


