3. Rintangan Takwa: Lebih memilih Rendah Hati daripada Kesombongan
Rintangan takwa yang satu ini sangat sulit untuk dilewati. Manusia sering kali memiliki rasa ingin dipuji, angkuh dan sombong. Padahal manusia hanyalah makhluk terbatas yang pasti ada kurangnya.
Allah berfirman,
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18).
BACA JUGA: Takwa, Istighfar dan Rezeki
Maka untuk mendapatkan ketakwaan yang sempurna hendaknya seorang muslim merendahkan hatinya.
Karena hal-hal yang bisa disombongkan di dunia ini seperti materi dan sebagainya sebenarnya hanya sementara dan titipan dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Allah bisa cabut dari seorang hamba kapan saja.
4. Rintangan Takwa: Lebih Memilih Dian daripada Terlalu Banyak Bicara
Sebagai seorang yang bertakwa hendaknya hanya mengatakan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Sebagaimana HR. Muslim no 222,
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam”.
Karena bila seseorang mengatakan hal yang tidak baik, maka akan melahirkan perseteruan, fitnah dan hal-hal tidak baik lainnya.
Maka jagalah lisan ini, karena apa yang seorang hamba katakan pun akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.
5. Rintangan Takwa: Lebih Memilih Kematian daripada Kehidupan
Seorang muslim hendaknya memahami bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Maka hendaknya tiap-tiap hamba menyiapkan kematian dengan beramal baik.
Rasulullah ﷺ bersabda,
Banyak-banyaklah mengingat mati sebab mengingat mati itu menghapuskan dosa dan mengikis ambisi seseorang terhadap dunia serta cukuplah mati sebagai pemberi peringatan.” (HR Bukhori Muslim).
Maka seseorang yang berkata akan lebih memilih kematian daripada dunia, karena kematian adalah hadiah yang luar biasa baginya.
BACA JUGA: Ketakwaan Ibnu Umar (1)
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang yang beriman.” (HR Muslim).
Itulah lima rintangan takwa seorang hamba. Semua rintangan takwa akan bisa dilewati bagi hamba-hamba yang mau bersungguh-sungguh dan menjadikan Allah sebagai prioritas hidup. []
HABIS | SUMBER: Nasha ‘ih al-‘ibad fi Bayani Alfahzi al-Munabbihat’ala Isti’dad Li Yaum al-Ma’ad | Oleh: Syekh Nawawi al-batani | Penerjemah: Fuad Saifudin Nur | Walipustaka | 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


