JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

7 Fardhu Wudhu

1. Niat. Tujuan melakukan sesuatu dan tempatnya dalam hati.

Niat dilakukan pada permulaan wudhu. Andaikata niat itu dilakukan setelah membasuh sebagian anggota, maka wudhunya tidak sah dan wajib mengulangi . Bila niat itu dilakukan tidak lama setelah perbuatan, maka dapat dimaafkan, karena keberadaannya secara hukum.

2. Membasuh seluruh muka dengan air suci pada kali pertama.

Adapun menambah basuhan setelah kali pertama, hukumnya tidak wajib. Batas wajah bagi wanita adalah dari tempat yang biasa ditumbuhi rambut hingga dagu, termasuk dagunya. Dan batasan menyampingnya, mulai dari kanan dan kiri hingga kedua puting telinga. Adapun bagian dalam mulut dan hidung tidak termasuk wajah maka tidak wajib dibasuh.

BACA JUGA:  Suara Wanita dalam Shalat

3. Membasuh kedua tangan sampai siku secara merata.

Dan lekuk-lekuk jari dan bagian bawah kuku yang panjang dan menutup ujung jari. Barangsiapa terputus bagian tangannya yang wajib dibasuh dan tinggal sebagian, maka bagian yang tersisa wajib dicuci. Dan barangsiapa terputus tangannya mulai dari siku, maka ia wajib membasuh bekas anggota yang terputus.

4. Mengusap kepala pada kali pertama.

Ukuran yang wajib diusap telah terinci dalam berbagai mazhab, namun yang lebih teliti adalah mengusap seluruhnya. Adapun kedua telinga, tidak wajib diusap, karena tidak termasuk kepala.

BACA JUGA: Masa Haid Wanita

5. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, yaitu dua tulang yang menonjol di bawah betis di atas telapak kaki.

Seseorang wajib membasuh kedua tumitnya dengan air sebagaimana Ia wajib membasuh kerut-kerut di bawah telapak kaki jika ada. Barangsiapa yang terputus bagian kakinya pada anggota yang wajib dibasuh maka ia wajib membasuh sisanya. Dan jika terputus seluruh anggota wudhu yang wajib dicuci itu, maka gugur kewajibannya.

6. Tertib antara keempat anggota wudhu dengan cara yang tertera dalam Al-Quran.

Yaitu membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki.

7. Berurutan dalam melakukannya sehingga tidak diselingi pekerjaan lain. []

Sumber: Fiqih Muslimah, Ibadat – Muamalat, Karya: Ibrahim Muhammad Al-Jamal, Pustaka Amani, Cetakan I, Rajab 1415 H (Desember 1994)

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

7 Syarat Sujud (2-Habis)

Ibadah

7 Syarat Sujud (1)

Ibadah

Kabar Gembira untuk yang Gemar Berpuasa Sunnah

Ibadah

Sebab-sebab Sujud Sahwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *