Wahai saudaraku, sesungguhnya kehidupan di dunia ini, betapapun panjangnya dan menyenangkannya, pasti akan berakhir dan lenyap. Sebaliknya kehidupan di akhirat dengan kenikmatannya atau kesengsaraan yang akan kekal selamanya.
Saudaraku, orang yang paling rendah akalnya sekalipun akan memilih sesuatu yang abadi suatu kebodohan jika seseorang berjalan di belakang bayang-bayang, di mana pikiran mereka dipenuhi dengan kelalaian mereka tidak menyadari bahwa dirinya adalah para musafir.
BACA JUGA: Saudaraku, Jangan Malas, Nanti Rezekimu Terhambat
Mereka terpukau oleh keindahan ruang penantian, sementara kehidupan ini berjalan cepat sampai di stasiun tujuan.
Saudaraku,
Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang menyiapkan segala bekal yang diperlukan. Sebaliknya, menyesallah orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya, atau sibuk dengan sesuatu yang tidak berguna seperti membeli kaca, cermin, dan sisir untuk dipasang di dinding kamar di ruang tunggu, dan sebagainya.
Orang-orang bodoh seperti ini akan kehilangan seluruh kerajaannya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman dalam Quran Surat Al-Munafiqun · Ayat 9 – 10 – 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ٩
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠
Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”
BACA JUGA: Saudaraku, Istiqomahlah untuk Beramal Shalih
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ ١١
Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Sibuk dengan harta, keluarga, dan kesenangan termasuk hal yang melalaikan orang dari menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Saudaraku,
Jangan sampai maut menjemputmu dan memisahkanmu dari harta dan keluargamu tanpa menyiapkan bekal menuju kampung akhirat hari ini. Selagi kamu masih mempunyai kesempatan, beramalah untuk hari esok. []
Sumber: 40 Hari Menuju Kematian, Karya: Syaikh Maulana M. Islam, Penerbit Nabawi, Cetakan Pertama 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


