Imam asy-Syafi’i memiliki banyak guru. Selain Imam Malik bin Anas Rahimahullahu Ta’ala, sosok Imam Waki’ bin Jarrah al-Kufi Rahimahullahu Ta’ala juga tercatat sebagai guru beliau yang amat masyhur.
Terkait Imam Waki’ bin Jarrah al-Kufi, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyampaikan pengakuan, “Ia salah seorang ulama besar terkemuka yang memiliki daya hafal yang sangat kuat. Jika orang lain menghafal dengan susah payah, dia menghafal lancar-lancar saja.”
BACA JUGA: Ibu Imam Syafi’i
Imam Waki’ ini tidak pernah membawa buku. Jarang mencatat. Semuanya beliau hafalkan.
Terkait rahasia kuatnya hafalan, suatu hari Ali bin Khasyram bertanya kepada beliau, “Apakah resepnya sehingga hafalanmu begitu kuat?”
Sosok alim nan tawadhu’ ini menjawab, “Resepnya adalah meninggalkan maksiat. Aku melakukannya (meninggalkan maksiat) demi menghafal.”
Imam Waki’ ini pulalah yang pernah disebut oleh Imam asy-Syafi’i dalam salah satu syair yang sangat terkenal.
Kuadukan pada Waki’ hafalanku nan jahat
dia berpesan agar kutinggalkan maksiat
BACA JUGA: Pengembaraan Imam Syafi’;i Mencari Ilmu (2)
Katanya pula, ilmu itu terang bak kilat
cahaya Allah bukanlah untuk pelaku maksiat
Inilah rahasia kuatnya hafalan Imam Syafii dan gurunya. Meninggalkan maksiat. Mari kita bermuhasabah diri, mengapa kita sangat sulit untuk menghafal Al-Quran? Bisa jadi karena maksiat kita yang sudah tak terhingga, sehingga ilmu enggan untuk masuk ke dalam hati kita. Naudzubillah.[]
SUMBER: KISAH HIKMAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


