JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Dzikir, Pusat Ketenangan Jiwa Manusia

Istighfar, Zikir

Allah Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa sumber ketenteraman hakiki tidak lain adalah dengan zikir kepada Allah. Hati yang gersang dan gelisah akan senantiasa merasa hampa jika jauh dari-Nya. Sebaliknya, hati seorang mukmin akan dipenuhi cahaya dan ketenangan manakala ia dekat dengan Allah melalui zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan ketaatan lainnya.

BACA JUGA:  Lupa dari Setan, Obatnya adalah Dzikir

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dalam hati terdapat kegelisahan yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kembali kepada Allah. Dalam hati terdapat rasa kesepian yang tidak bisa diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah.” (Al-Wabil Ash-Shayyib).

Zikir bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kesadaran penuh akan kebesaran Allah yang mengisi ruang batin seorang hamba. Karena itu, zikir yang sempurna adalah zikir yang menghadirkan hati, menghayati makna, dan membuahkan amal saleh.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Carilah manisnya iman dalam tiga perkara: dalam shalat, dalam zikir, dan dalam membaca Al-Qur’an. Jika engkau tidak mendapatkannya, maka ketahuilah bahwa pintu hatimu tertutup.” Ucapan ini menunjukkan bahwa ketenangan hati sejati hanya dapat dirasakan dengan menghubungkan diri kepada Allah.

Adapun orang-orang kafir dan mereka yang lalai, hati mereka baru merasa tenang ketika mengingat dunia dan kesenangannya. Namun ketenangan itu semu, sebab sifat dunia hanyalah fana. Seperti dikatakan oleh Imam Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah: “Kebahagiaan dunia itu hanya sesaat, adapun kebahagiaan bersama Allah itu abadi.”

BACA JUGA:  Keutamaan Dzikir dan Doa

Hati manusia memang diciptakan untuk mencintai dan bergantung. Jika ia tidak bergantung kepada Allah, pasti akan bergantung pada selain-Nya. Namun semua ketergantungan kepada makhluk hanya berujung kecewa. Ibnul Qayyim mengumpamakan: “Perumpamaan hati yang tidak berzikir seperti ikan yang keluar dari air; ia tidak akan tenang kecuali jika kembali ke dalamnya.”

Karena itu, zikir adalah kebutuhan pokok seorang mukmin, sebagaimana jasad memerlukan makanan. Dengan zikir, seorang hamba akan merasakan kelapangan dada, ketenangan jiwa, dan kekuatan dalam menghadapi ujian hidup.

Maka, barangsiapa yang ingin hatinya tenang, hendaklah ia memperbanyak zikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, dan memperkuat amal saleh. Sebab Allah telah menegaskan dalam firman-Nya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Waktu Shalat Syuruq

Ibadah

Apa Saja yang Bisa Dikerjakan dengan Tayamum?

Ibadah

Tayamum

Ibadah

8 Kiat Istiqomah Membaca Al-Qur’an