JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Dzikir: Perisai dari Godaan Setan

Istighfar, Zikir

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ

“Dan barang siapa berpaling dari mengingat Allah Yang Maha Pengasih, niscaya Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)

Ayat ini menjadi peringatan keras bagi setiap hamba agar tidak lalai dari mengingat Allah. Barang siapa berpaling, maka setan akan menjadi teman karibnya, membisikkan keburukan, menanamkan kesedihan, dan menjerumuskannya ke dalam dosa.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa kelalaian dari dzikir, khususnya meninggalkan bacaan Al-Qur’an, merupakan salah satu sebab utama setan dapat menguasai manusia. Hati yang kosong dari Al-Qur’an dan dzikir akan mudah dipenuhi bisikan, was-was, dan kegelisahan. Sebaliknya, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, tasbih, tahlil, tahmid, dan istighfar menjadi benteng yang kokoh dari serangan setan.

BACA JUGA:  Dzikir Terbaik

Dzikir Menghidupkan Hati

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah berkata, “Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan bila ia jauh dari air?” Hati seorang mukmin tanpa dzikir akan lemah, kering, dan mati rasa. Ia menjadi mudah ditaklukkan hawa nafsu dan permainan setan.

Hasan al-Bashri rahimahullah juga menasihatkan, “Perbanyaklah dzikir, karena dzikir adalah cahaya bagi hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi setan selain seorang hamba yang senantiasa mengingat Allah.”

Para ulama salaf sangat menekankan pentingnya menjaga dzikir di setiap keadaan. Sebab dzikir bukan sekadar bacaan di lisan, melainkan amalan yang menenangkan hati, meneguhkan iman, serta mengundang penjagaan Allah.

Perlindungan dari Setan

Setan tidak pernah lelah menggoda manusia. Ia masuk melalui berbagai pintu: rasa takut, syahwat, amarah, kesedihan, hingga kelalaian. Namun Allah memberikan senjata bagi hamba-Nya berupa dzikir.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir, bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan dzikir, hati menjadi hidup, rumah menjadi tenteram, dan jiwa terlindungi. Bahkan disebutkan dalam atsar salaf, rumah yang dibacakan Al-Qur’an akan tampak bercahaya bagi penghuni langit sebagaimana bintang bersinar bagi penduduk bumi.

Wasiat Ulama

Syaikh Bin Baz rahimahullah menutup nasihatnya dengan wasiat yang dalam: “Perbanyaklah dzikir mengingat Allah, membaca Al-Qur’an siang dan malam, di setiap waktu. Karena itu sebab penjagaan Allah dari musuh-musuh-Nya, sebab menghilangkan was-was, dan sebab mengusir setan dari rumahmu.”

BACA JUGA: Keutamaan Dzikir dan Doa

Wasiat ini sejalan dengan perkataan Sufyan ats-Tsauri rahimahullah: “Tidak ada amalan yang lebih berat bagi setan daripada dzikir kepada Allah. Jika seorang hamba mulai berdzikir, setan akan hancur dan melemah.”

Penutup

Setiap manusia membutuhkan perisai untuk melindungi diri dari godaan yang tiada henti. Dzikir adalah perisai itu. Ia bukan sekadar lafaz di lisan, tapi kehidupan hati. Dengan dzikir, seorang hamba akan merasakan ketenangan, mendapatkan penjagaan, dan dijauhkan dari teman buruk bernama setan.

Maka marilah kita hidupkan hari-hari kita dengan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, dan tilawah Al-Qur’an. Sebab, sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim, “Dzikir adalah surga dunia. Barang siapa tidak memasukinya, ia tidak akan masuk ke surga akhirat.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Waktu Shalat Syuruq

Ibadah

Apa Saja yang Bisa Dikerjakan dengan Tayamum?

Ibadah

Tayamum

Ibadah

8 Kiat Istiqomah Membaca Al-Qur’an