Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan sebuah kaidah agung dalam agama ini:
bahwa mencari ilmu yang bermanfaat bukanlah perkara yang terpisah dari dzikir, bahkan ia termasuk dzikir yang paling utama bila dilakukan di atas fondasi yang benar.
Beliau berkata:
“Siapa pun yang sibuk mencari ilmu yang bermanfaat setelah menunaikan kewajiban-kewajiban, atau duduk dalam majelis untuk memahami atau mengajarkan ilmu yang disebut oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai fiqih, maka ini juga termasuk salah satu bentuk dzikir terbaik.”
(Majmū‘ Fatāwā 10/661)
BACA JUGA: Maksiat Menghalangi Masuknya Ilmu
Ilmu yang dimaksud bukan sekadar pengetahuan, namun ilmu yang mengenalkan hamba kepada Rabb-nya, membimbingnya untuk taat, dan menuntunnya menjauhi maksiat. Inilah ilmu yang menghidupkan hati dan menumbuhkan rasa takut kepada Allah.
Allah Ta‘ala berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Fathir: 28)
Rasulullah ﷺ pun bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Al-Imam Ahmad رحمه الله berkata:
“Ilmu lebih utama daripada shalat sunnah, karena manfaatnya kembali kepada diri sendiri dan orang lain.”
Imam Al-Awza‘i رحمه الله juga menegaskan:
“Ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat, namun cahaya yang Allah letakkan di dalam hati.”
Karena itu, duduk di majelis ilmu—setelah menunaikan kewajiban—adalah ibadah yang besar. Ia adalah dzikir dengan lisan dan hati sekaligus, karena di dalamnya disebut nama Allah, dipelajari hukum-hukum-Nya, dan dihidupkan sunnah Rasul-Nya ﷺ.
BACA JUGA: Dzikir, Pusat Ketenangan Jiwa Manusia
Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa dzikir memiliki banyak bentuk, dan tidak semuanya berupa tasbih dan tahmid. Merenungi ayat-ayat Allah, memahami perintah dan larangan-Nya, serta mempelajari jalan yang diridhai-Nya, semuanya termasuk dzikir yang paling bermanfaat bagi hati.
Maka jangan remehkan langkahmu menuju majelis ilmu.
Jangan anggap dudukmu belajar sebagai perkara kecil.
Selama niatmu lurus dan kewajibanmu telah engkau tunaikan, setiap huruf yang kau pelajari adalah dzikir, setiap pemahaman yang kau raih adalah cahaya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang berdzikir dengan lisan, hati, dan ilmu; serta mengamalkan apa yang kita pelajari dengan keikhlasan dan ketundukan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


