JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ramadhan

2 Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik ibadah ini, Allah Ta’ala menyiapkan kebahagiaan yang sangat besar bagi orang-orang yang menjalankannya dengan iman dan penuh keikhlasan. Kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga akan sempurna kelak di akhirat.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

BACA JUGA: Tidak Mampu atau Tidak Mau Berpuasa?

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

Artinya, “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kebahagiaan pertama adalah saat berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar, dahaga, serta menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa, datanglah waktu berbuka yang dinanti. Pada saat itulah seorang muslim merasakan nikmatnya karunia Allah. Rasa lapar yang terobati, dahaga yang terpuaskan, dan hati yang bersyukur kepada Allah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang yang berpuasa.

Namun kebahagiaan yang lebih besar adalah kebahagiaan kedua, yaitu ketika seorang hamba bertemu dengan Rabbnya kelak di hari kiamat. Pada saat itu, ia akan melihat pahala besar yang Allah siapkan bagi orang-orang yang berpuasa dengan ikhlas. Semua rasa lelah, lapar, dan dahaga yang pernah ia rasakan di dunia berubah menjadi kenikmatan dan balasan yang luar biasa.

BACA JUGA: Musafir tanpa Kesulitan, Bolehkah Tidak Berpuasa?

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa kebahagiaan saat berbuka adalah kebahagiaan karena sempurnanya ibadah yang telah dijalankan, sedangkan kebahagiaan saat bertemu Allah adalah kebahagiaan ketika melihat pahala puasa yang dilipatgandakan oleh-Nya.

Inilah rahasia indah di balik ibadah puasa. Ia bukan sekadar menahan diri, tetapi perjalanan menuju dua kebahagiaan yang agung. Maka siapa pun yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, hendaknya ia bergembira. Sebab setiap hari puasanya mendekatkannya kepada salah satu kebahagiaan terbesar: pertemuan dengan Rabb semesta alam. ]\

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ramadhan

Ingatlah Puasa yang Sudah Kita Lakukan Sebulan Penuh Itu: Mutiara Hadits

Ramadhan

Setelah Ramadhan Berlalu, Apa?

Ramadhan

Tanda Diterimanya Amalan Ramadhan Kita

Ramadhan

Jumlah Malaikat yang Turun pada Malam Lailatul Qadr