Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan. Di antara bentuk kemudahan itu adalah rukhsah (keringanan) bagi musafir untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Namun muncul pertanyaan: bagaimana jika safar di zaman sekarang terasa ringan, nyaman, dan tidak melelahkan? Apakah tetap boleh berbuka?
Pada masa dahulu, perjalanan identik dengan keletihan dan kesulitan. Tidak ada kendaraan nyaman, penginapan layak, atau kemudahan mendapatkan makanan dan minuman.
BACA JUGA: Hikmah di Balik Larangan Membatalkan Puasa
Karena itu, safar seringkali menjadi beban berat bagi fisik seseorang. Nabi ﷺ bersabda:
السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ
“Safar merupakan sebagian dari siksaan, karena menghalangi seseorang di antara kalian untuk bisa menikmati makan, minum, dan tidur. Jika di antara kalian telah menyelesaikan keperluannya, maka hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya.” (HR. Bukhari no. 1804 dan Muslim no. 1927)
Hadits ini menunjukkan bahwa safar pada asalnya mengandung masyaqqah (kesulitan). Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa keringanan berbuka tidak selalu bergantung pada ada atau tidaknya rasa berat. Selama seseorang memenuhi kriteria sebagai musafir menurut syariat, maka ia tetap mendapatkan rukhsah untuk tidak berpuasa, meskipun perjalanannya terasa nyaman.
BACA JUGA: Hukum Gosok Gigi saat Berpuasa
Namun, jika ia merasa kuat dan tidak mengalami kesulitan berarti, maka berpuasa lebih utama baginya, karena itu lebih cepat menggugurkan kewajiban dan lebih selaras dengan kaum muslimin yang lain. Sebaliknya, jika puasa justru memberatkannya dalam perjalanan, maka berbuka menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan kemudahan yang Allah berikan.
Dengan demikian, Islam memberikan kelonggaran tanpa menghilangkan nilai ketakwaan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


