Bagi seorang muslim, sudah sewajarnya Al-Qur’an menjadi bagian dari aktifitas keseharian. Mulai dari membacanya, mempelajarinya, ataupun menghapalkannya.
Berinteraksi dengan Al-Qur’an harus menjadi kebutuhan, selayaknya kebutuhan manusia pada hal-hal pokok penunjang hidup.
Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kita waspadai terkait cara kita memperlakukan Al-Qur’an. Kesalahan perlakuan yang bisa jadi masih dilakukan sebagian muslim.
Pertama, tidak menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai aktifitas prioritas. Al-Qur’an dibaca hanya ketika ada sisa waktu dintara himpitan kesibukan
Kedua, mempelajari dan menghayati Al-Qur’an ketika sadar. Ketika merasa lelah atau futur, justru malah menjauhi Al-Qur’an.
Ketiga, membaca dan menghayati Al-Qur’an hanya ketika terkena musibah. Saat mendapatkan ujian atau musibah, baru merasa butuh dengan Al-Qur’an.
Keempat, bersama Al-Qur’an hanya ketika dirasa mendatangkan keuntungan. Mengamalkan apa yang menguntungkan baginya saja.
Al-Qur’an adalah petunjuk yang sempurna. Cahaya yang menerangi gelapnya jalan kehidupan, menunjukkan ke arah yang memberi keselamatan. Selama nafas masih terhela, tidak ada kata berhenti untuk bersamanya. []
referensi: Tadabbur ayat-Ayat Keluarga – KH. Bachtiar Natsir
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


