JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Al-Istinsyaq dan Al-Istintsar saat Wudhu

Wudhu

Wajibnya berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung.

Al Madhmadhah artinya berkumur-kumur dengan air dan memutar mutar air pada mulutnya.

Al Istinsyaq artinya memasukkan air ke dalam hidung hingga ujung hidung.

Al Istintsar artinya mengeluarkan air dari hidung setelah istinsyaq.

Madhmadhah dan Istinsyaq hukumnya wajib di dalam wudhu. Ini merupakan pendapat yang paling benar menurut para ulama, berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

BACA JUGA:  Sifat Wudhu yang Sempurna secara Umum

1. Allah memerintahkan untuk membasuh wajah seperti sudah dijelaskan, dan mulut serta hidung termasuk bagian dari wajah. Tidak ada alasan untuk mengkhususkan wajah dengan bagian yang nampak saja tanpa mencakup bagian dalamnya. Sebab semuanya disebut wajah dalam dalam bahasa Arab. Jika engkau membantah, lubang mulut dan hidung memiliki nama sendiri, maka di dalam bahasa Arab tidak dinamakan wajah? Maka kami katakan, “Demikian halnya dengan dagu, dahi, hidung, dua alis dan seluruh anggota wajah masing masing memiliki nama sendiri, dan apakah tidak disebut dengan wajah? Pendapat ini tidak dapat diterima, karena mengakibatkan tidak adanya kewajiban untuk membasuh wajah.

2. Allah memerintahkan untuk membasuh wajah secara mutlak. Kemudian Rasulullah menerangkannya dengan perbuatan dan pengajarannya. Beliau berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam hidung setiap kali berwudhu. Belum pernah dinukil bahwa beliau meninggalkan perbuatan ini. Meskipun, ketika berwudhu hanya membasuh bagian yang penting-penting saja. Jika perbuatan tersebut dilakukan untuk melaksanakan perintah Allah, maka hukumnya adalah hukum perintah tersebut, yaitu menunjukkan kewajiban. (Syarh Al-Umdah Ibnu Taimiyah (1/178), At-Tamhid Ibnu Abdil Bar (4/36)

3. Perintah untuk melakukan istinsyaq dan istintsar dalam setiap wudhu telah diterangkan dalam beberapa hadits di antaranya:

a. Nabi bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْبُرْ

“Barang siapa berwudhu hendaklah ia melakukan intintsar (mengeluarkan air dari hidung setelah istinsyaq).”

Dalam riwayat lain disebutkan:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَسْتَنْفِرْ

“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaklah ia memasukkan air kedalam hidungnya kemudian mengeluarkannya.” (Shahih. HR. Al-Bukhari (161), Muslim (237) dan lainnya)

b. Dalil yang lain:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقُ

“Jika salah seorang dari kalian berwudhu hendaknya dia beristinsyaq.” (Shahih. HR. Muslim (237)

BACA JUGA:  6 Rukun Wudhu

c. Begitu juga:

وَبَالِغُ فِي الْإِسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا

“Dan sempurnakanlah dalam beristinsyaq, kecuali jika kalian sedang berpuasa.” (Shahih. Pada pembahasan mendatang)

Ibnu Taimiyah berkata, (Syarh Al-Umdah (1/179-180). “Nabi menghususkan istinsyaq dengan perintah, bukan karena hidung lebih penting untuk dibersihkan daripada mulut. Bagaimana mungkin, padahal mulut lebih mulia karena digunakan untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an, serta mulut lebih sering berubah baunya? Namun -wallahu a’lam- karena syariat telah memerintahkan untuk membersihkan mulut dengan siwak dan menegaskan perihalnya. Membersihkan mulut sesudah makan disyariatkan dan sebelum makan juga disyariatkan menurut suatu pendapat. Telah diketahui perhatian syariat untuk membersihkan mulut, berbeda dengan hidung. Jadi, membersihkan hidung di sini untuk menjelaskan hukumnya, karena dikhawatirkan perkara ini akan dilalaikan.” []

Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Tadabbur Al-Quran, Jalan Menuju Hati yang Hidup

Ibadah

Adab Membaca Al-Qur’an

Ibadah

Membaca Al-Fatihah dalam Shalat

Ibadah

4 Keutamaan Membaca Al-Quran