JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Hukum Melafazkan Niat

Di tengah masyarakat muslim di negeri ini sudah sangat ma’ruf perihal melafazhkan niat. Inilah ajaran yang sudah turun temurun diajarkan dan mendarah daging di tubuh umat.

Silakan saja kita menoleh pada keseharian ibadah shalat, ada niat yang dilafazhkan semacam “usholli fardhu shubhi …”.

Begitu pula halnya dalam hal ibadah puasa, ada niat yang dilafazhkan semacam “nawaitu shouma ghodin…”

BACA JUGA:  Hukum Mengecat Kuku

Dalam setiap ibadah selain ikhlas lillahi Ta’ala kita pun harus senantiasa mengikuti petunjuk Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam

Dari sisi agama, melafazhkan niat adalah suatu ajaran yang tidak ada tuntunannya.

Dari sisi akal sehat,contoh melafazkan niat sebagaimana halnya org yang hendak makan. Lantas ia berniat, “Saya berniat untuk meletakkan tanganku di piring ini bla bla bla ….” Maka ini semisal dengan ucapan orang melafazhkan niat, “Aku berniat shalat wajib pada saat ini sebanyak empat raka’at secara berjama’ah dikerjakan tepat waktu karena Allah Ta’ala.” .

Kerjaan seperti melafazhkan niat ketika makan, tentu saja kerjaan orang bodoh dan jahil.

Yang namanya niat adalah sampainya ilmu, artinya jika sampai ilmu untuk melakukan sesuatu, maka berarti telah niat secara pasti.

BACA JUGA:  Hukum Menarik Kembali Sedekah

Jika seseorang ingin mengerjakan sesuatu, maka secara logika tidak mungkin ia melakukannya tanpa niat. Begitu pula tidak mungkin seseorang yang tidak punya kehendak apa-apa dikatakan telah berniat.

Maka kami katakan bahwa melafazhkan niat seperti mengatakan,“Aku berniat melakukan puasa demikian dan demikian, pada waktu ini dan itu”, ini adalah amalan yang tidak dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam. []

SUMBER: RUMAYSHO

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

3 Larangan bagi Seorang Muslim

Kajian

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Kajian

Ayat Terakhir Al-Quran

Kajian

Yang Membuat Kaum Muslimin Tegar: Al-Qur'an

Leave a Reply