Syaikh Prof. Dr. Sa’ad al-Khotslan hafidzahullah pernah memberikan sebuah nasihat yang sangat berharga dalam menilai hakikat seseorang. Beliau berkata:
إذا أ دت أن تعرف صلاح إنسان فانظر إلى كيفية تعامله مع غيره بالدرهم والدينار. ..
وإذا أردت أن تعرف عقل إنسان فانظر إلى كيفية محاورته مع من يخالفه وكيف يتصرف إذا غضب؟ .. وإذا أردت أن تعرف أخلاق إنسان فانظر إلى كيفية تعامله مع العمال والخدم والفقراء والمساكين ..
“Jika kamu ingin mengetahui kualitas agama seseorang, maka lihatlah bagaimana muamalahnya dengan orang lain dalam urusan harta. Jika kamu ingin mengetahui kualitas akalnya, maka perhatikan bagaimana ia berdialog dengan orang yang berbeda pendapat dengannya, dan apa sikapnya ketika ia sedang marah. Dan jika kamu ingin mengetahui kualitas akhlaknya, maka lihatlah bagaimana ia memperlakukan para karyawan, pembantu, dan kaum fakir miskin.”
BACA JUGA: Jika Engkau Jauh dari Allah
Kalimat ini menggugah kita untuk memahami bahwa nilai sejati seorang hamba tidak ditentukan oleh kata-kata manis atau penampilan luar semata, melainkan oleh sikap dan perbuatannya dalam situasi nyata kehidupan.
Pertama, agama seseorang tampak dari sikapnya terhadap harta. Banyak orang tampak baik selama tidak berhubungan dengan uang. Namun ketika berurusan dengan utang, jual beli, pembagian warisan, atau amanah keuangan—disanalah akan tampak apakah ia jujur ataukah curang, apakah ia amanah ataukah khianat. Orang yang benar-benar bertakwa akan takut mengambil hak orang lain walau satu rupiah.
Kedua, akal seseorang teruji ketika ia berbeda pandangan. Adakah ia tetap santun dan objektif? Atau justru mencela, merendahkan, dan tidak mampu mengendalikan emosi? Kecerdasan bukan sekadar kemampuan berargumentasi, tetapi kemampuan menjaga adab dan sikap dewasa saat berselisih.
BACA JUGA: Jika Engkau Tidak Belajar Agama dan Aqidah yang Benar
Ketiga, akhlak seseorang terlihat jelas pada bagaimana ia memperlakukan mereka yang lemah, bukan pada bagaimana ia bersikap kepada orang yang memiliki kedudukan. Orang yang berakhlak mulia akan memuliakan pembantu, menghargai pekerja, menyayangi fakir miskin, dan menjunjung tinggi martabat semua manusia.
Maka, lihatlah manusia dari tindakannya, bukan dari apa yang ia ucapkan. Sebab akhlak sejati tampak pada ujian kehidupan yang nyata. []
REFERENSI: SHAHIH FIQIH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


