Seseorang pernah menitipkan uang sebesar 10.000 dirham pada orang lain. Selang berapa waktu, si pemilik uang datang dan meminta uang miliknya. Rupanya orang yang dititipi mengingkari uang tersebut. Si pemilik uang bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan. la akhirnya pergi menemui Abu Hanifah dan memberitahukan padanya apa yang terjadi.
Abu Hanifah memintanya agar tidak memberitahukan keja-dian itu kepada siapa pun, lalu ia memintanya memberitahukan siapa nama orang tersebut dan dimana alamatnya.
Abu Hanifah mengirim utusan untuk menemui orang yang mengambil uang tersebut. Utusan Abu Hanifah berkata, “Amirul Mukminin berkata, “Ada sejumlah uang anak-anak yatim yang tidak bisa disimpan di Baitul Mal. Maka dari itu, silahkan engkau memilihkan seseorang untuk dititipi uang tersebut, selanjutnya ketika kami memerlukannya, ia mengembalikan uang tersebut kepada kami. Aku sudah bertanya kepada sejumlah orang tentang seseorang yang bisa menjaga uang anak-anak yatim dengan baik, lalu mereka menunjukkanku kepadamu.”
BACA JUGA: Sekilas tentang Abu Hanifah
Orang tersebut senang mendengar berita itu dan ia pun pergi dengan wajah berbinar.
Setelah itu Abu Hanifah berkata kepada si pemilik uang, “Sekarang, silahkan kamu pergi menemui orang itu dan mintalah uangmu. Katakan kepadanya jika tidak mengambil uangmu, engkau akan melaporkan hal itu kepada Abu Hanifah An-Nu’man.”
Si pemilik uang pergi menemui orang tersebut dan mengatakan kepadanya seperti yang dikatakan Abu Hanifah. Orang itu berkata, “Uangmu dititipkan di tempatku dengan stempelnya.”
Setelah itu ia menyerahkan uang itu kepadanya. Si pemilik uang akhirnya mengambil uang miliknya. la memuji Allah dan berterima kasih kepada Abu Hanifah atas kecerdasannya. ” (Manaqib Al-Imam Al-A’zham, 1: 184)
Bersyukurlah kepada Allah
Dengan rasa sedih dan takut, seseorang pernah datang kepada Abu Hanifah seraya berteriak, “Wahai Abu Hanifah! Aku memendam sesuatu di rumahku, namun aku tidak tahu di mana aku memendamnya. Aku sudah mencari-carinya tapi tidak ketemu.” Orang tersebut lantas menangis.
Abu Hanifah merasa iba kepadanya lalu berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Mari ikut bersamaku!” Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya kemudian pergi hingga memasuki rumah orang tersebut. Abu Hanifah bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Jika kalian membawa sesuatu yang hendak dipendam, di manakah kalian memendamnya.”
Seseorang di antara mereka menjawab, “Di sini.” Yang lain menjawab, “Di sini.” Yang ketiga menjawab, “Di sini.” Yang kelima menjawab, “Di sini.”
Mereka kemudian menggali dua tempat di antaranya, lalu mereka menemukan benda yang dicari di tempat ketiga. Abu Hanifah kemudian menyerahkan amanat itu kepada orang tersebut dan berkata, “Bersyukurlah kepada Allah yang telah mengembalikannya kepadamu.” (Al-Manaqib, Muwaffiq, 1: 184)
Laksanakanlah Kebenaran Dimana pun Itu
Di hadapan Amirul Mukminin, Abu Hanifah dan Abu Abbas Ath-Thusi duduk. Abu Abbas Ath-Thusi tidak menyukai Abu Hanifah lalu ia bermaksud mencelanya di hadapan banyak orang. Abu Hanifah mengetahui hal itu. Abu Abbas menghampirinya lalu berkata, “Wahai Abu Hanifah! Amirul Mukminin memanggil sese-orang di antara kita lalu memerintahkan agar lehernya ditebas, namun tidak diketahui dengan jelas siapa orangnya. Bisakah ia ditebas lehernya?”
BACA JUGA: Siapa yang Lebih Faqih, Abu Hanifah ataukah Malik?
Abu Hanifah bertanya, “Wahai Abu Abbas! Amirul Mukminin memerintahkan kebenaran ataukah keadilan?”
“Kebenaran,” jawab Abu Abbas.
Abu Hanifah berkata, “Laksanakanlah kebenaran di mana pun itu tanpa perlu menanyakannya.”
Setelah itu Abu Hanifah berkata kepada seseorang yang ber-ada di dekatnya, “Dia bermaksud mengikatku, lalu aku mengikatnya (lebih dulu).” (Al-Adzkiya’, 150, Tarikh Baghdad, XIII: 365) []
Sumber: 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Abi Hanifah An-Nu man -100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Malik bin Anas – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Asy-Syafii – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Ahmad bin Hanbal (400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab) /Penulis: Dr Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi / Penerbit: Zam Zam Cetakan V: September 2023
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


