JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sosok

Abu Hanifah dan Pengajar Anak-anak

Abu Hanifah

Hendaklah Kalian Bersyukur

Abu Hanifah membawa kendaraan lalu pergi menuju Mekah Al-Mukarramah. Sahabat-sahabatnya kemudian menyembelih sembelihan gemuk. Mereka ingin memakannya dengan cuka, ha-nya saja mereka tidak membawa alat untuk meletakkan cuka. Me-reka bingung hingga lelah mencari apa alat yang bisa digunakan untuk meletakkan cuka. Setelah Abu Hanifah mengetahui apa yang mereka inginkan, ia langsung membuat galian kecil di tanah, lalu ia meletakkan sesuatu di galian tersebut, kemudian ia menuangkan cuka di dalamnya.

Mereka kemudian memakan daging panggang dengan cuka. Mereka berkata kepada Abu Hanifah, “Wahai Abu Hanifah! Engkau pandai dalam hal apa saja.”

Dengan merendah, Abu Hanifah berkata, “Hendaklah kalian bersyukur kepada Allah, karena ilham yang diberikan kepadaku ini merupakan karunia dari Allah. () Al-Adzkiya’, hal. 147, Al-Manaqib, Muwaffiq, 1: 184)

BACA JUGA:  Kisah-kisah Abu Hanifah

Abu Hanifah dan Seorang Badui

Abu Hanifah menceritakan salah satu kemahiran akalnya ke-pada sahabat-sahabatnya. la berkata, “Suatu ketika, aku memerlu-kan air di tengah padang pasir, lalu seorang badui datang dengan membawa geriba air. la enggan menjual air itu kecuali seharga lima dirham. Aku pun menyerahkan lima dirham kepadanya dan aku mengambil geriba air. Setelah itu aku berkata, “Hai orang badui! Bubur tepung menurutmu bagaimana?”

Si badui berkata, “Berikan makanan itu!” Aku kemudian mem-berinya tepung bercampur minyak. la makan hingga kenyang, lalu setelah itu kehausan dan berkata, “Berikan aku air minum.” Aku katakan, “Segelas air dengan (imbalan) lima dirham, tidak kurang dari lima dirham.” Aku akhirnya mendapatkan kembali lima dirham darinya, dan aku masih memiliki lebihan air.” (36) Al-Adzkiya, hal. 152.)

Setan dan Seorang Lelaki

Seseorang pernah memendam uang di sebuah tempat. Selang beberapa hari, ia lupa tempat tersebut. la sudah berusaha mencari-carinya namun tidak ketemu. la lantas mendatangi Abu Hanifah dan mengadukan perihal uangnya yang hilang itu. Dengan tersenyum, Abu Hanifah berkata kepadanya, “Ini bukan fikih ataupun kilah sehingga aku bisa berkilah untukmu. Namun, pulanglah lalu kerjakan shalat pada malam ini, insya’ Allah engkau akan teringat tempat di mana engkau memendam uang itu.”

Pada malam harinya, ia beranjak ke mihrab, mengerjakan shalat, membaca, rukuk, dan sujud. Tidak lama, ia teringat tempat dimana ia memendam uang itu. Pada pagi harinya, ia segera menemui syaikh para ulama dan fuqaha’, Abu Hanifah, untuk memberitahukan kepadanya bahwa ia telah mengetahui tempat di mana uangnya berada.

Dengan tertawa dan wajah berbinar, Abu Hanifah berkata, “Aku tahu, setan tidak akan membiarkanmu shalat pada malam hari sebelum berbisik kepadamu dan mengingatkanmu di mana tempat itu sehingga ia merusak shalatmu. Lantas apakah engkau tidak mencari malammu (dengan mengerjakan shalat) untuk bersyukur kepada Allah?” (Al-Adzkiya’, hal. 155.)

BACA JUGA: Keutamaan Abu Hanifah

Abu Hanifah dan Pengajar Anak-anak

Dalam ketenangan orang-orang besar, Abu Hanifah An- Nu’man duduk memberi minum sahabat-sahabatnya dari sungai ilmu dan kecerdasan. Seseorang kemudian melintas lalu Abu Hanifah berkata, “Dia orang asing, di lengan bajunya ada manisan, dan ia mengajari anak-anak.” Sahabat-sahabat Abu Hanifah lantas memperhatikan orang tersebut dan segala hal-ihwalnya. Benar, mereka mendapati orang tersebut orang asing, di lengan bajunya terdapat beberapa kismis, dan ia adalah pengajar anak-anak.

Mereka segera menemui Abu Hanifah dengan rasa heran bagaimana ia bisa mengetahui hal itu dengan satu kali tatapan saja. Si gunung kecerdasan, Abu Hanifah, berkata, “Aku tahu ia orang asing karena ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Seperti itulah yang dilakukan orang asing. Aku tahu di lengan bajunya ada manisan karena aku melihat lalat-lalat menghinggapi lengan bajunya, dan lalat-alat itu menyukai manisan. Dan aku tahu ia pengajar anak-anak karena ia lama menatap mereka. ” []

Sumber: 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Abi Hanifah An-Nu man -100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Malik bin Anas – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Asy-Syafii – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Ahmad bin Hanbal (400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab) /Penulis: Dr Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi / Penerbit: Zam Zam Cetakan V: September 2023

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sosok

Siapa Imam Ibnul Jauzi?

Sosok

Kecerdasan Abu Hanifah

Sosok

Siapa Imam adz-Dzahabi?

Sosok

Abu Dawud (202275 H817-889 M)