JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Kedudukan Seseorang di Surga Berdasarkan Amalannya

Sahabat Muslim, setiap seseorang memiliki nantinya memiliki kedudukan di surga berdasarkan amalnya. Tentunya, kita mau mendapatkan kedudukan paling tinggi di surga nanti. Oleh sebab itu, apabila mau mendapatkannya, kita harus bersemangat beribadah untuk meraihnya.

Ubadah bin Shamit -radhiyallahu ‘anhu menuturkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

BACA JUGA: Abu Bakar yang Takut Dihisab padahal Sudah Dijamin Surga

من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل

Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya (yaitu kalimat كن) yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dariNya (yaitu dari ruh-ruh ciptaan-Nya) dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, sesuai kondisi amal perbuatannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ketika seseorang sudah masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah, maka selanjutnya kedudukannya atau tingkatannya berdasarkan amalan yang dia kerjakan sewaktu di dunia. Karena surga bertingkat tingkat. Nabi shalallahu alaihi wa salam juga bersabda:

إن في الجنة مائة درجة، أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله، ما بين الدرجتين كما بين السّماء والأرض، فإذا سألتم الله، فاسألوه الفردوس، فإنّه أوسط الجنة وأعلى الجنة -أراه- فوقه عرش الرحمن، ومنه تفجر أنهار الجنة

“Sesungguhnya di surga ada 100 derajat yang Allah siapkan untuk para mujahidin fi sabilillah. Jarak antara dua derajat sebagaimana antara langit dan bumi.

BACA JUGA: Amalan Surga tapi Masuk Neraka?

Jika kalian memohon kepada Allah maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada ‘arys Allah, dan dari surga tersebutlah mengalir sungai sungai surga.” (HR. Al-Bukhari no. 2.790.) []

Ustaz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.
-hafidzahullah-

(Staf Pengajar Pesantren Rahmatika Al-Atsari, Subang dan Pemerhati Pendidikan Islam)

t.me/hatibersih

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Keadaan Ayah dan Ibu Nabi ﷺ di Akhirat

Kajian

Doa saat Tiba di Kuburan, Serta Hukum Menangis di Sisi Kubur

Kajian

Pangkal Segala Keburukan dan Penawarnya

Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi

Leave a Reply