Dalam sebuah hadis disebutkan,
ن وحشي بن حرب رضي الله عنه أن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم قالوا: يا رسول الله إنا نأكل ولا نشبع ؟ قال: فلعلكم تفترقون قالوا: نعم قال فاجتمعوا على طعامكم واذكروا اسم الله يبارك لكم فيه رواه أبو داود
“Bahwasannya para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: (Mengapa) kita makan tetapi tidak kenyang? Rasulullah balik bertanya: Apakah kalian makan sendiri-sendiri? Mereka menjawab: Ya (kami makan sendiri-sendiri). Rasulullah pun menjawab: ‘Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua.” (HR Abu Dawud)
BACA JUGA: 2 Dosa Besar yang Membinasakan: Meninggalkan Shalat dan Makan Riba
Keutamaan makan bersama-sama ternyata mendatangkan keberkahan dari Allah.
Kata Wahsyi, sahabat pernah berkata pada Rasulullah ﷺ: “Ya Rasulullah, kami makan tapi kenapa kami tidak kenyang-kenyang?”
Jawaban Nabi ﷺ di luar dugaan kita. Karena urusan kenyang bukan sekadar makan banyak, bukan sekadar sebagus apa nutrisi kita, tapi ada konsep lain dalam Islam yang langsung datang sumbernya dari wahyu.
Rasulullah ﷺ mengatakan: “Falla ‘alakum takkuluna mutafarriqin” (mungkin kalian makannya terpisah-pisah artinya sendiri-sendiri), Qolu na’am (mereka menjawab “iya”).
BACA JUGA: Jangan Mencela Makanan!
Maka Nabi memberikan pesan: “Berkumpulah kalian kalau makan, jadi berkumpul dalam makanan ini terus makan bersama-sama, sebutlah nama Allah, kalian akan diberkahi di makanan itu.”
Ternyata, makan bersama itu adalah konsep Nubuwah, konsep yang diajarkan Nabi ﷺ agar makanan kita diberkahi. Kalau diberkahi itu ternyata maknanya adalah “ini membuat kalian cepat kenyang”. Bukankah pertanyaan sahabat adalah makan yang tak kunjung kenyang? []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


