JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Kisah Anak Durhaka: Mengambil Uang Ayahnya

Adzab bagi Orang yang Menyuap, Pinjaman

Abu Abdurrahman Ath-Tha’i menceritakan:

“Ada seorang laki-laki dari Bani Nahd yang telah lanjut usia dan lemah yang dijuluki dengan Abu Manazil. Dia memiliki seorang anak yang juga diberi nama Manazil. Dia juga memiliki beberapa anak yang masih kecil. Jika mendapatkan sesuatu, dia pun memberikannya kepada mereka. Manazil selalu menerima jatah pemberian (sedekah) untuk ayahnya yang telah lanjut usia. Ayahnya memiliki beberapa anak kecil dan Manazil selalu memonopoli mereka.

Ketika jatah pemberian sedekah telah keluar maka Manazil pun keluar menuntun bapaknya dan mendudukkannya di satu tempat untuk menerima jatah sedekahnya. Ketika nama bapaknya dipanggil, Manazil pun berdiri dan berkata, “Berikan padaku jatah sedekahnya.” Orang tua Manazil, si ayah itu pun berdiri dan berkata, “Biar aku sendiri yang menerima jatah sedekahku.” Maka mereka pun melakukannya. Orang tua ini lalu membawa jatah sedekahnya. Kemudian dia berdiri dengan dipapah Manazil. Manazil, si anak, berkata, “Biar aku yang membawakan jatah sedekahmu.” Orang tua itu menjawab, “Biar aku saja yang membawanya. ”

BACA JUGA: Kisah Anak Durhaka: Hati yang Terbuat dari Baja

Ketika jalanan lengang dan sepi dia pun membuka tangan ayahnya untuk mengambil jatah sedekah itu dan membawanya pergi. Maka orang tua itu pun pergi dengan tangan kosong.

Setibanya di rumah keluarga dan anak-anaknya bertanya, “Apa yang terjadi padamu, ayah?”

“Manazil,” kata si ayah, “Telah mengambil jatah sedekahku”, lalu dia membacakan syair:

Kerabat telah membalas antara aku dengan Manazil
Satu balasan sebagaimana orang yang berpiutang minta agar utangnya dilunasi
Aku telah mendidiknya hingga dewasa
Sebagaimana pembuat tombak menyamakan bagian atasnya
Dia telah menganiaya dan mengambil hartaku juga telah membengkokkan tanganku
Semoga Allah membengkokkan tangannya, Dia-lah Penguasanya
Tangan Manazil pun menjadi bengkok.”

Si ayah juga mengatakan bahwa Manazil telah menampar wajahnya. Lalu ayahnya pergi sambil menangis dan berkata, “Demi Allah, aku akan berhaji ke Baitullah yang mulia dan aku akan mendoakan keburukan untuknya di sana.”

BACA JUGA:  Kisah Anak Durhaka: Penyesalan Tiada Guna

Tak lama kemudian ayahnya pergi haji ke Baitullah yang mulia dan bergantung pada tirai Ka’bah. Kemudian dia mengangkat kedua tangannya dan berdoa:

“Wahai yang datang pada-Nya orang-orang yang melaksanakan ibadah haji yang telah melintasi
Padang sahara baik itu dari yang dekat ataupun dari yang jauh
Inilah Manazil yang tidak berhenti berbuat durhaka padaku
Maka ambillah dengan hakku dari anakku, wahai Yang Maha Pengasih
Lumpuhkanlah anggota badannya dengan kekuatan-Mu.” []

Sumber: Kisah Anak Durhaka dan Orang Tua Lalai / Penulis: Khalid Abu Shalih / Penerbit: Aqwam / Cetakan 2: Cetakan II: Jului 2018 M/Dzul Qa’dah 1439 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Su'ul Khatimah Para Pendosa

Ibrah

Abu Hanifah Membaca Al-Quran dalam Semalam

Ibrah

Abu Hanifah dan Ummu Imran, Wanita Gila

Ibrah

Kisah-kisah Su'ul Khatimah