JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Kisah Seorang Penggali Kubur (1)

Dalam sebuah hadist disebutkan tentang seorang pemuda yang sangat susah datang kepada Abdul Muluk, lalu ditanya apa yang menyebabkannya ia bersedih hati. Maka ia berkata, “Aku bersedih karena mengingat dosa-dosaku.”

Abdul Muluk kemudian berkata, “Apakah dosa-dosamu lebih besar daripada Bumi dan langit?”

Si pemuda menjawab, “Ya.”

Lalu ada orang lain yang bertanya kepadanya, “Apakah dosamu lebih besar daripada Arsy?”

BACA JUGA: Rahmat Allah pada Hamba-Nya saat Dimasukkan ke Dalam Kubur

Si pemuda menjawab lagi, “Ya.”

Abdul Muluk bertanya, “Apakah dosa-dosamu lebih besar daripada rahmat Allah?”

Lalu pemuda itu diam. Selanjutnya kepada pemuda tersebut mengenai dosa-dosanya.

Pemuda itu berkata, “Aku adalah seorang pencuri kain kafan. Kemudian aku diingatkan dan didorong oleh lima penghuni kubur agar segera bertaubat. Adapun ceritanya adalah seperti berikut:

“Sesungguhnya aku telah menggali kubur. Di lubang yang aku gali tersebut aku melihat penghuni kubur itu telah berpaling mukanya dari kiblat dan diazab dengan siksa yang lain pula. Maka aku kembali dengan perasaan takut, Lalu ada suara gaib bertanya padaku, “Mengapa kamu tidak bertanya kepadanya tentang sebab siksaan itu?”

Aku katakan kepadanya, “Aku tidak mampu bertanya kepadanya mengenai penyebab siksaan itu.”

Lalu suara gaib itu mengatakan kepadaku, “Sesungguhnya ia telah meremehkan shalat sehingga ia disiksa.”

BACA JUGA:  Amalan Penyelamat dari Azab Kubur tapi Sedikit yang Mengamalkannya

Selanjutnya aku menggali kubur yang kedua. Aku melihat mayat itu telah berubah menjadi babi yang diikat dengan rantai besi di lehernya. Kemudian aku ingin kembali karena takut melihat keadaan yang baru saja aku lihat, namun terdengar suara gaib berkata kepadaku, “Mengapa kamu tidak bertanya kepadanya mengenai penyebab siksaan itu?”

Aku berkata, “Pertanyaan itu di luar kemampuanku.” []

Bersambung | Sumber: 40 Hari Menuju Kematian/Karya: Syaikh Maulana Muhammad Islam/Penerbit: Nabawi

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Mansyur bin Dzadzan, Kata-katanya Membuat Seorang Syekh Menangis

Ibrah

Husnul Khatimahnya Seorang Pembaca Alquran

Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (2-Habis)

Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *