JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Mengapa Begitu Sering Kita Mengharapkan Perhatian Manusia, Padahal Allah Senantiasa Memperhatikan Kita?

Perhatian dan Rahmat-MU lah yang kuharapkan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186).

Seseorang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَمَا تَزْكِيَةُ النَّفْسِ ؟

“Apa yang dimaksud hati yang bersih (suci)?”

BACA JUGA: Syaitan, Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مَعَهُ حَيْثُ كَانَ »

“(Yaitu) seseorang mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla selalu bersamanya di mana saja dia berada.” (HR. Thabarani dalam Al Mu’jam Ash Shagir. Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di As Silsilah Ash Shohihah no. 1046)

Allah Ta’ala selalu bersama kita di mana saja kita berada.

Jika Banyak Yang Datang Memberi Janji Manis, Yakinlah Hanya Allah Yang Memberikan Janji Pasti

Ya Allah Kabulkanlah Doaku …

Sudah begitu lama, ingin agar harapan segera terwujud.

Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang.

Kadang jadi putus asa karena sudah seringkali memohon pada Allah.

Sikap seorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena Allah begitu dekat pada orang yang berdo’a.

Boleh jadi terkabulnya do’a tersebut tertunda.

BACA JUGA: 2 Malaikat dalam Diri Manusia

Boleh jadi pula Allah mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan pastinya pilihan Allah adalah yang terbaik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Allah itu sangat pemalu dan Maha Pemurah. Ia malu jika seorang lelaki mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada-Nya, lalu Ia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa”
(HR. Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, dan lainnya, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ 2070). []

SUMBER: BIMBINGAN ISLAM

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply