Firman Allah Ta’ala,
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
“Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bersikap sombong; kemudian beberapa orang (diantara nabi itu) kalian dustakan dan beberapa nabi (yang lain) kalian bunuh?. (QS. al-Baqarah: 87)
Ayat ini merupakan teguran keras terhadap kaum yang lebih mendahulukan hawa nafsu mereka daripada kebenaran yang datang dari Allah. Ketika ajaran para nabi tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka bukan hanya menolaknya, tetapi juga melawan dengan cara yang sangat keji—mendustakan bahkan membunuh para utusan Allah.
BACA JUGA: Allah SWT Turunkan Taurat kepada Musa
Sikap sombong terhadap kebenaran adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Sombong bukan hanya ditunjukkan dengan meremehkan orang lain, tetapi juga dengan menolak kebenaran karena tidak sesuai dengan selera pribadi atau kepentingan duniawi. Inilah bentuk kesombongan yang paling fatal, karena menutup hati dari petunjuk Allah.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa takabbur terhadap kebenaran adalah sebab utama seseorang tersesat, bahkan bisa keluar dari agama. Inilah yang dilakukan oleh kaum sebelumnya: ketika wahyu dan peringatan tidak sesuai dengan hawa nafsu, mereka lebih memilih mempertahankan ego dan tradisi, meski harus menolak kebenaran.
BACA JUGA: Pembangkangan Bani Israil (1)
Peringatan dalam ayat ini bukan hanya ditujukan kepada Bani Israil, melainkan juga untuk seluruh umat manusia hingga hari kiamat. Ini adalah cermin bagi kita semua. Betapa sering kita juga bersikap seperti itu: memilih-milih ajaran agama, menerima yang sesuai selera, dan menolak yang bertentangan dengan kepentingan pribadi.
Ayat ini mengajarkan bahwa ujian terbesar dalam menerima kebenaran bukanlah pada apakah kita memahaminya, tetapi pada apakah hati kita tunduk dan mau menerimanya meski berat. Ketaatan kepada Allah bukan berdasarkan selera, tapi berdasarkan iman. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


