JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 4: Pahala walau Terhalang oleh Sakit

Dari Abu Abdillah, yaitu Jabir bin Abdillah al-Anshari r.a., ia berkata,

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي غَزَاةٍ فَقَالَ: «إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا كَانُوا مَعَكُمْ حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ وَفِي رِوَايَةٍ: «إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

“Kami berada bersama Nabi ﷺ dalam suatu perang kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya di Madinah itu ada beberapa orang laki-laki yang kalian tidak menempuh suatu perjalanan dan tidak pula menyeberangi suatu lembah, melainkan orang-orang tersebut ada bersama kalian. Mereka itu terhalang oleh sakit.” Dalam suatu riwayat dijelaskan, “Melainkan mereka menyertaimu dalam hal pahala.” (HR Muslim)

Penjelasan Kata

الْأَنْصَارِي Al-Anshari adalah nisbat dari kata anshaar, bentuk tunggalnya adalah nashiir. Pada awalnya harus dinisbatkan pada bentuk tunggalnya, tapi kali ini dinisbatkan pada ben-tuk jamak karena kata jamak ini telah berubah menjadi nama yang baku untuk orang-orang yang membela Rasulullah ﷺ dan agama-nya, sehingga akhirnya dinisbatkan kepada mereka.

BACA JUGA:  Riyadhush Shalihin: Hadist 2

في غزاة Dalam peperangan. Maksudnya, Perang Tabuk yang terjadi pada tahun kesembilan setelah Hijrah.

شَرَكُوكُمْ فِي الآخر Mereka selalu menyertai kalian dalam mendapatkan pahala. Maksudnya, mereka mendapatkan pahala yang sama dengan kalian.

أَقْرَامًا Beberapa kaum. Maksudnya laki-laki, karena kata kaum dikhususkan untuk laki-laki.

شعبا Jalan di gunung.

واديا Dalam kitab al-Qaamuus, kata ini ber-arti celah di antara gunung, anak bukit, atau bukit tinggi tempat mengalirnya air.

BACA JUGA:  Riyadhush Shalihin: Hadist 1

Mutiara-Mutiara Hadits

1. Bagi mereka yang berhalangan sehingga tidak bisa ikut berjihad, maka dia berhak mendapatkan pahala seperti mujahid yang berangkat ke medan jihad, selama niatnya benar dan memiliki semangat yang tinggi untuk berjihad.

2. Setiap Muslim tidak terlepas dari tanggung jawab jihad, paling tidak dia telah mempunyai niat dan keinginan untuk berjihad. []

Sumber: Nuzhatul Muttaqiin Syarhu Riyaadhish Shaalihiin (Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 1) / Penulis: Imam an-Nawawi (Pensyarah: Musthafa Dib al-Bugha dkk -Penerjemah: Misbah) / Penerbit: Asli Darul Musthafa / Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Hadist Yang Tidak Meminta Diruqyah

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 14: Jangan Berkhianat pada Harta Umat

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 13: Lakukanlah Pekerjaan dengan Baik

Hadist

Hadist Anjuran untuk Berobat