JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tahukah Anda

Kebodohan Menyeret kepada Perbuatan Buruk

Asal mula yang menjerumuskan manusia kepada keburukan adalah kebodohan karena dengan ketiadaan ilmu, maka hal itu akan membawanya kepada bahaya yang lebih besar, atau menyangka bahwa sesuatu itu dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar.

Oleh karena itu para sahabat berkata, “Setiap yang mendurhakai berarti dia orang yang bodoh.”

BACA JUGA: Pendapat-pendapat Para Ulama dalam Hal Melafazkan Niat

Mereka memahami hal tersebut berdasarkan penafsiran mereka terhadap firman Allah Ta’ala dalam Quran Surat Al Fathir ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝١

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Syukur tidak terjadi kecuali atas nikmat, dan jika dilihat dari segi ini ia lebih khusus daripada pujian. Akan tetapi rasa syukur akan dapat direalisasikan dengan hati dan seluruh anggota tubuh.

Demikian pula pujian bisa dengan hati dan lidah, maka dari Sisi ini syukur lebih umum dari segi keragamannya, sementara pujian lebih umum dari sisi penyebabnya.

BACA JUGA:  Jika Malu Dicabut dari Diri

Hal ini didasarkan pada hadist: “Segala puji bagi Allah adalah inti syukur maka siapa yang tidak memuji Allah berarti dia tidak bersyukur kepadanya. ” Diriwayatkan oleh AbduRazak dan Al Baihaqi dalam Syaab Al Iman, keduanya dengan lafaz yang mirip.

Juga dalam hadist shahih: “Sesungguhnya Allah senang kepada hamba yang makan makanan lalu ia memuji Allah atasnya, dan minum-minuman lalu ia memuji Allah atasnya.” (Diriwayatkan oleh Muslim, An-Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad) []

Sumber: Tazkiatun Nafs, Menyucikan Jiwa dan Mencerminkan Hati dengan Akhlak yang Mulia, Karya: Saikhul Islam Ibnu Taimiyah, Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur,  Cetakan 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tahukah Anda

Orang Cerdas Adalah Orang yang Dapat Mengendalikan Nafsu

Tahukah Anda

Siapa Lukmanul Hakim, Bukan Nabi, tapi Namanya Disebutkan dalam Al-Quran?

Tahukah Anda

10 Sahabat Nabi yang Dijanjikan Masuk Surga

Tahukah Anda

Sabar, Harta yang Tidak Bisa Dicuri

Leave a Reply