JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Nasihat Imam Hasan al-Bashri tentang Sabar, Utang Harta, Amanah, dan Khianat

Pendusta, syirik, Siksa Kubur

Hasan al-Bashri mengatakan, “Sabar ada dua: sabar saat mengalami musibah; dan sabar (menahan diri) dari maksiat, siapa yang mampu menjalani sabar jenis ini, berarti ia sudah sampai ke tingkat sabar yang tertinggi.”

Beliau juga mengatakan, “Tegukan yang paling Allah cintai dari hamba-Nya adalah: tegukan musibah yang menyakitkan, ia menelannya dengan damai dan kesabaran yang baik; atau tegukan amarah yang menyala, ia terima dengan maaf dan lapang dada.”

Hasan berkata: “Wahai anak Adam! Tidak mungkin bisa bersatu antara iman dan khianat. Bagaimana bisa disebut beriman sedangkan tetanggamu sendiri tidak aman dari sifatmu? Atau bagaimana caranya disebut muslim, sedangkan orang-orang tidak selamat dari perilakumu?

BACA JUGA: Imam Hasan Al-Bashri dan Nasihatnya tentang Tetangga, Utang, dan Kematian

“Bukankah ada riwayat dari Nabi, bahwa beliau bersabda,

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak (sempurna) iman orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak (sempurna) agama orang yang tidak menepati janji.” (Shahih (Shahih at-Targhib, 3004). H.R. Ahmad (12567)

Dan Rasulullah bersabda,

لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مَنْ خَافَ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Tidak beriman (sempurna) seseorang yang tetangganya sendiri takut kepada gangguannya.” (Semakna riwayat ini dikeluarkan oleh al-Bukhari (6016) dan Muslim (46).

Hasan al-Bashri mengingatkan, “Hai anak Adam!

“Engkau tidak akan sampai pada hakikat iman sampai engkau tidak mencela orang lain atas sebuah kekurangan yang kau sendiri juga miliki.

“Maka perbaiki saja kekurangan-kekuranganmu! Tapi sadarilah, setiap kali engkau memperbaiki satu kekurangan, engkau pasti bertemu kekurangan lain yang lebih perlu untuk diperbaiki.

“Hai manusia! Jika dirimu adil, maka abaikan saja kekurangan-kekurangan orang lain. Karena begitulah sifat hamba yang paling Allah cintai.”

Dikisahkan, bahwa ada seseorang yang membaca bait syair di hadapan Hasan al-Bashri.

Yang aku lihat paling berani menyibak aib manusia di baliknya pun ia penuh dengan cela.

Hasan berkomentar, “Kalimat yang bijak! Sungguh benar yang dikatakannya.”

Beliau juga pernah memberi nasihat, “Hai manusia! Begitu rendah dirimu dan menumpuk kelalaianmu. Engkau cela orang-orang karena dosa, tetapi dirimu lupa bahwa juga melakukannya. Kotoran mata orang lain terlihat jelas, tetapi gajah di pelupuk mata tak dilihat. Alangkah sedikit sifat insafmu dan terlalu banyak kezalimanmu.”

Hasan al-Bashri pernah menjelaskan: Ada hadits Rasulullah yang berbunyi,

أَهْلُ مَعْرُوفٍ فِي الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ مَعْرُوفِ فِي الْآخِرَةِ

“Orang-orang baik di dunia akan menjadi orang-orang baik di akhirat. ” (Shahih [Shahih al-Jami’, 2030]. Diriwayatkan Ahmad (Az-Zuhd, hlm. 487), al-Hakim (1/124), Abu Nu’aim (Al-Hilyah, 9/319)

Sebabnya: Allah mengampuni dosa-dosa mereka karena perbuatan baik mereka dulu di dunia kepada para makhluk.

Lalu di hari kiamat, Allah berfirman, “Hadiahkanlah pahala kalian untuk orang-orang yang kalian mau. Karena Aku telah mengampuni kesalahan dan dosa kalian.”

Maka mereka pun memberikan pahala kebaikannya masing-masing. Dengan itu, jadilah mereka orang-orang yang baik di akhirat seperti waktu mereka di dunia.

Hasan pernah ditanya: “Akhlak baik apa yang tertinggi?” Beliau menjawab, “Dermawan dan jujur.”

BACA JUGA:  Imam Hasan Al-Bashri dan Akhlak Terpuji

Beliau berkata lagi, “Aku pernah semasa dengan suatu kaum yang tidak merasa lebih berhak atas dinar dan dirham miliknya sendiri daripada saudaranya muslim. Maka mengapa kalian wahai manusia yang terus saja memikul harta benda yang bisa menjadi sebab siksa dan hisabmu?”

Hasan pernah mendengar seseorang yang sedang menghitung-hitung sisa utang kawannya, katanya: “Utangmu masih seperenam dinar.”

Hasan pun berkata, “Jangan terlalu hitung-hitungan atau Allah juga akan memberatkan perhitungan (hisab) kalian nanti! Allah melaknat orang yang terlalu perhitungan dan yang menyebabkan orang menjadi perhitungan.” []

Sumber: Kumpulan Nasihat Bijak untuk Hidup Lebih Bermakna Hasan al-Bashri / Al-Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi / Penerbit: Al-Abror Media

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Mutiara Nasihat Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq

Nasihat

Mutiara Nasihat Urwah bin Zubair

Nasihat

Jangan Pernah Menilai Seseorang dengan Melihat Masa Lalunya

Nasihat

Pakaian Takwa