Setiap Muslim pasti mendambakan cinta dan ridha Allah Ta’ala. Namun, seringkali kita lupa untuk mawas diri terhadap sifat dan perilaku yang justru membuat kita dibenci oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita akan beberapa karakter yang sangat dibenci oleh Allah. Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ini bukan sekadar nasihat, tapi juga peringatan agar kita menjauhi sifat-sifat tercela yang dapat menyeret kita pada kemurkaan-Nya.
Mari kita renungkan bersama sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ جِيفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ عَالِمٍ بِأَمْرِ الدُّنْيَا جَاهِلٍ بِأَمْرِ الْآخِرَةِ
“Allah sangat membenci orang Ja’dzari, Jawwadz, suka teriak di pasar, bangkai di malam hari, keledai di siang hari, pintar masalah dunia, dan bodoh masalah akhirat.” (HR. Ibnu Hibban 72, dihasankan oleh Syuaib Al-Arnauth)
BACA JUGA: Mengapa Dosa Syirik Sangat Dibenci oleh Allah SWT?
Hadis ini menggambarkan enam karakter buruk yang jika ada pada diri kita, niscaya akan mendatangkan kebencian Allah. Apa saja karakter itu?
1. Ja’dzari: Keras lagi sombong
Ja’dzari adalah orang yang keras sikapnya dan sombong, senang merendahkan dan menghina orang lain. Sifat sombong merupakan salah satu dosa besar. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Sombong adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dengan kebenaran.” Sombong membuat hati keras dan enggan menerima nasihat.
2. Jawwadz: Rakus lagi pelit
Sifat Jawwadz menggambarkan seseorang yang rakus terhadap dunia, namun pelit dalam berbagi. Dia selalu ingin lebih, tetapi enggan membantu sesama. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah menasihati, “Barang siapa mencintai dunia, ia akan banyak bersedih. Dan barang siapa mencintai akhirat, ia akan banyak bersabar.” Rakus dan pelit adalah cermin cinta dunia yang berlebihan.
3. Suka teriak di pasar
Orang yang suka teriak di pasar umumnya suka ribut, marah-marah demi mendapatkan keuntungan duniawi. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji orang beriman yang lemah lembut dan tenang dalam urusan dunia. Suara keras di pasar hanya menggambarkan nafsu yang tidak terkendali.
4. Bangkai di malam hari
Maksudnya adalah orang yang hanya tidur sepanjang malam, tidak pernah bangun untuk beribadah. Dia menjadi seperti “bangkai” yang tidak bermanfaat. Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata, “Sesungguhnya sebaik-baik ibadah setelah ilmu adalah shalat malam.” Orang yang mengabaikan malamnya untuk beribadah telah kehilangan kesempatan emas mendekat kepada Allah.
5. Keledai di siang hari
Pada siang hari, ia hanya memikirkan makan, minum, dan urusan duniawi, sebagaimana keledai yang kerjanya hanya makan. Ia lupa akan tugas utamanya sebagai hamba Allah: beribadah dan menegakkan kebenaran. Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Siapa yang hanya sibuk dengan dunianya, ia akan binasa.”
BACA JUGA: Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu
6. Pintar masalah dunia, bodoh masalah akhirat
Ini adalah penyakit banyak manusia: cerdas dan berilmu dalam urusan dunia, tapi lalai dan tidak tahu apa-apa tentang agamanya. Padahal ilmu akhirat lebih utama daripada ilmu dunia. Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata, “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa pemiliknya takut kepada Allah.”
Penutup
Mari kita jadikan hadis ini sebagai cermin untuk mengevaluasi diri. Apakah ada di antara sifat-sifat tersebut yang tanpa sadar telah kita lakukan? Semoga Allah melindungi kita dari sifat keras, sombong, rakus, pelit, lalai dalam beribadah, terlalu mencintai dunia, dan melupakan akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


