Pemahaman kita tidak akan mampu mengungkapkan bagaimana surga dan apa yang ada di dalamnya, serta apa yang telah disediakan Allah bagi orang mukmin. Allah berfirman:
فلا تعلم نفس ما أخفى هم من قرة أعلى ج
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang.” (As-Sajdah: 17).
“Tak seorang pun mengetahui,” artinya tidak seorang pun yang diciptakan di muka bumi ini yang mengetahui, meskipun ia diberikan ilmu, hujjah, keluasan berapresiasi kemampuan berkhayal, dan berpendapat yang ungkapannya dapat mendekati apa apa yang dijanjikan Allah di dalam surga-surga-Nya yang kekal.
Hal itu karena ia adalah ciptaan Allah. Lalu siapakah yang lebih baik, ciptaan Nya dibandingkan dengan diri-Nya? Mahatinggi Allah, Dia-lah sebaik-baik pencipta. Siapakah yang lebih baik persiapannya bila dibandingkan dengan-Nya? Bagaimanakah salah seorang dari kita untuk sampai kepada ilmu, kekuasaan, serta mengetahui ilmu-Nya?
Tentunya ada hikmah di balik semua itu, agar manusia bersiap beramal dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Allah menyebutkan sebagian sifat-sifat surga di dalam Al-Qur’an agar mudah dipahami oleh hamba-hamba-Nya yang beriman. Pun agar mereka mengetahui bahwa yang menunggu mereka ialah urusan yang sangat agung yang melampaui semua gambaran, angan-angan, dan imajinasi mereka.
BACA JUGA: Jalan Menuju Surga
Dengannya, mereka pun akan senang lalu melakukan ketaatan dan beribadah kepada Nya untuk mencapai ridha Allah serta menjauhi maksiat sehingga mereka menjadi manusia yang saleh dan bertakwa. Sedangkan akhlak, kebersihan, dan keistiqamahan mereka di dunia menjadi bekal untuk menghadapi pertemuan, janji, dan surga yang tidak akan didapatkan orang-orang yang tidak mengenal manisnya tauhid.
Yang berhak mendapatkan surga hanyalah orang-orang saleh dengan kemuliaan takwanya dan pemahaman tauhid dengan syiarnya, yaitu “La ilaha illallah”. Di atas syiar inilah dunia seisinya berdiri, meliputi seluruh alam dan ciptaan Allah berupa galaksi, planet, bulan, langit, dan sebagainya yang berisi keagungan ciptaan Allah yang tidak kita ketahui.
Oleh karenanya, pembicaraantentang surga sangat jauh berbeda dengan pembicaraan tentang hal lainnya karena kedudukannya yang agung dan keberadaannya yang mulia.
Hal itu karena surga adalah tempat tinggal makhluk Allah dan orang-orang yang bertauhid, mereka kekal dengan usia yang panjang tanpa batas. Sekalipun kita menyebutkankan tentang zaman, dengan usianya yang miliaran tahun, bahkan trilyunan tahun atau lebih, semua itu akan terasa sedikit bila berhadapan dengan keabadian di tempat yang disenangi dan aman di sisi Rabb yang berkuasa.
Dialah surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di dalam benak manusia; di dalam surga yang seluas langit dan bumi yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa; di dalam surga, yang di dalamnya seorang mukmin akan mendapatkan apa yang dikehendaki dan diinginkannya; permintaannya tidak sulit dipenuhi dan harapannya tidak akan disia-siakan.
Benar, itulah surga yang di dalamnya tidak terdapat penderitaan, kesusahan, kesakitan, kepedihan, kecapaian, kejahatan, kebosanan, kemalasan, kelaparan, dan kehausan. Di dalamnya, yang ada hanyalah kepuasan, keelokan, dan keindahan yang menakjubkan. Istana-istananya terbuat dari emas, buminya dari permata, zabarjad, yakut, dan mutiara. Keelokan dan keindahan pohon-pohonnya tidak bisa digambarkan.
Di dalamnya, penuh dengan kelezatan buah-buahan dan keelokan rerumputan; di atasnya ada burung unta yang mendatangi orang mukmin. Bila ia menginginkannya, permintaan sangat mudah tercapai tanpa susah-susah menggunakan kerja pikiran, usaha, maupun ucapan. Di sana, setiap angan-angan akan terealisasikan, segala permintaan akan terpenuhi.
Rahmat Allah memenuhi semua tempat dan para penghuninya dan tidak ada harapan yang tersisa lagi setelah rahmat-Nya. Rabb mereka memanggil, “Wahai hamba-hamba-Ku, (bagimu) kekekalan dan tidak ada kematian.” Bahkan, kematian akan disembelih di jembatan sebelum para hamba memasuki surga sehingga membuat hati dan jiwa mereka tenang, siap, dan mengetahui kebenaran janji Allah yang tidak pernah Dia ingkari.
Rabb memanggil mereka, “Inilah surga-Ku, kalian tidak akan pernah keluar darinya. Kalian tidak akan pernah ditimpa kesusahan, penderitaan, dan kesukaran. Aku meridhai kalian sehingga kalian tidak akan pernah sengsara selamanya.
“Inilah surga-Ku yang telah Aku siapkan dengan Zat-Ku yang Mahatinggi, untuk kalian sebagai kehormatan bagi kalian, disebabkan keimanan dan apa yang telah kalian lakukan untuk mendapatkan keridhaan-Ku. Masuklah dengan selamat, aman, tenang, bebas, terbimbing, dan bahagia.”
Malaikat akan datang kepada kalian di setiap pintu untuk mengucapkan salam dan pujian di setiap tempat. Di dalamnya terdapat bidadari-bidadari jelita yang merupakan sebaik-baik apa yang dipersiapkan Allah dan anak-anak bagaikan permata yang ditata di kerajaan besar yang tidak ada yang mengetahui batas dan luasnya kecuali Allah.
BACA JUGA: Pintu-pintu Surga
Jasad-jasad akan dinikmatkan dan harapan akan direalisasikan, kemudaan tidak akan sirna dan jasad tidak akan rusak. Mereka memakai baju dari sutera hijau, mengenakan perhiasan berupa gelang-gelang emas dan perak; bertelekan di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera serta buah-buahan surga yang akan mendekat bila ingin mereka petik.
Mereka makan tetapi tidak buang air; minum tetapi tidak kencing; tidak ada najis dan tidak ada kotoran. Semua yang ada di dalamnya merupakan ciptaan Allah Yang Maha Pencipta, Mahakuasa, Maha Mengetahui, Maha Pemurah, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Wajah-wajah mereka menjadi putih dengan cahaya dari Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya di surga. Keindahan di dalam keindahan, keelokan di dalam keelokan, kenikmatan di dalam kenikmatan, kebahagiaan mutlak dan kehidupan yang kekal.
Namun, semuanya akan lenyap dan tidak ada apa-apanya bila dihadapkan dengan kenikmatan yang lebih besar lagi, yaitu melihat Allah. Jika kita melihat-Nya dan kita berada di dalam surga-Nya yang kekal, kita tidak lagi menginginkan yang lain. Kita hanya ingin selalu melihat-Nya Yang Mahabenar lagi Maha Menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). []
Sumber: Surga dan Neraka, Menurut Al-Qur’an dan Neraka / Penulis: Syaikh Drs. Mahir Ahmad Ash-Shufi / Penerbit: Ummul Qura / Cetakan: April 2024
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


