Bukan hanya dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan tawadhu, Ibnu Umar semasa hidupnya hingga dikaruniai umur panjang, lebih dari 80 tahun, orang-orang fakir miskin mengenalnya sebagai orang yang sangat dermawan.
Meski dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT, Ibnu Umar tidaklah termasuk tipe orang yang mau memamerkan apa yang bisa dinilai orang lain sebagai kesombongan. Ini bisa disaksikan kebiasaan Ibnu Umar mengenakan pakaian sederhana.
Dari sekian banyak shahabat Rasulullah ﷺ, segelintir di antaranya diberkahi panjang usia. Ibnu Umar yang usianya lebih dari lebih dari rata-rata shahabat seangkatannya itu melampaui masa hingga zaman khulafaurasyidin berlanjut ke masa khilafah Bani Umayyah.
BACA JUGA: Ibnu Mas’ud masuk Islam
Saat itu peradaban Islam kian menuju puncaknya. Harta benda melimpah, istana-istana, masjid-masjid, pusat-pusat kajian Islam, serta kantong- kantong ekonomi tumbah dengan pesatnya. Namun, Ibnu Umar tak silau oleh kilatan nikmat dunia. Ia tetap tak pernah absen melakukan qiyamulail. Lebih-lebih bila Ramadhan tiba. Sepanjang hari ia habiskan waktunya buat mendekatkan diri pada-Nya.
Saat Khalifah Utsman yang pernah menawarkannya jabatan hakim, dibunuh orang tak bertanggung jawab, banyak orang menawarkan bai’at pada diri Ibnu Umar. Ia diminta keluar rumahnya untuk dibaiat. Tapi, Ibnu Umar tak menanggapinya. Ia tetap terdiam di rumahnya, sampai-sampai ia dipaksa dan diancam akan dibunuh untuk melakukan hal itu.
Suasana berubah menjadi kekacauan. Ibnu Umar termasuk salah seorang shahabat yang didesak menggantikan khalifah yang telah mangkat. Dalam situasi seperti itu ia lebih banyak berdzikir dan mohon pertolongan Allah. Apalagi tiap-tiap kelompok yang mengajukan shahabat menjadi khalifah dianggapnya sudah tidak proporsional lagi, yakni memintanya dengan memaksa di bawah ancaman pedang.
Hingga ia akhirnya membai’at Ali ibnu Abi Thalib yang banyak didukung kaum Muslimin. Fitnah itu pun terjadi. Perang yang melibatkan kelompok Ali dan kelompok Mu’awiyah tak terelakkan. Padahal, keduanya sama- sama pasukan Islam. Ibnu Umar adalah tipe shahabat yang sangat tak tega membunuh orang yang berikrar “la ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah”.
BACA JUGA: Ibnu Muhairiz Tidak Jadi Membeli Pakaian
Masa tuanya yang ia saksikan adalah perubahan khasiat zaman di saat kaum Muslimin di ambang puncak kejayaan Bani Umayyah. Harta melimpah ruah, segala keinginan duniawi mudah didapatkan. Ibnu Umar kian mengencangkan spirit ibadahnya. Ia tak mau terjebak dengan jabatan dan harta yang menggoyahkan keimanan.
Ibnu Umar telah meninggalkan dunia dengan istiqamah. “Ibnu Umar telah meninggal dunia, dan dalam keutamaan tak ubahnya ia dengan Umar,” demikian kesaksian orang- orang di sekitarnya. []
HABIS | SUMBER: MAJALAH SAKSI
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


