“Jika ingin memuji Allah dengan pujian yang tepat, tidak usah banyak pakai mikir, tidak banyak mengarang, cukup nyontek atau meniru saja, bertebaran di ayat-ayat Al’Quran, bertebaran di hadits-hadits Nabi puji-pujian pada Allah, ikuti saja, sanggupkah kita mengarang sesuai dengan kebesaran Allah? Tidak sanggup dan tidak mungkin.” (Ustadz Muhtarom Hafizhahullah)
BACA JUGA: Bencana dalam Perkara Agama, Hati yang Mati
Dalam beragama atau melaksanakan amal Ibadah tidak usah banyak neko-neko, tidak usah banyak mikir, cukup copy paste, tidak usah diedit apalagi dimodif. Tidak usah merasa lebih pintar daripada Rasulullah dan para Sahabatnya dalam masalah agama ini, karena amalan ibadah yang tidak ada tuntunannya jatuhnya pada kesesatan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
BACA JUGA: Didiklah Anak dengan Agama
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”. (HR. Muslim no. 867)
Allahul Musta’an. []
Sumber: Abu Abdullah حفظه الله | Ittiba Rasulullah
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


