Orang yang tidak mau menutup aib saudaranya, atau bahkan suka membongkar dan menyebar aib dan kekurangan saudaranya sesama Muslim mendapat ancaman yang keras dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” [An-Nur: 19]
Islam akan terlihat hebat dan kuat jika umatnya saling menjaga aib saudara mereka satu sama lain. Kegemaran umat Islam menyebarluaskan aib saudaranya sama saja dengan membuka aibnya sendiri. Nama Islamlah yang tercoreng. Bak kata pepatah, “Menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri.”
BACA JUGA: Mengintip Aib Diri
Demikian juga dengan gencarnya media sosial. Seseorang sangat gampang menulis kata-kata yang tak patut. Tanpa mereka sadari, mereka telah menyebarluaskan aib orang lain di akun media sosialnya.
1. Keutamaan Menutup Aib Orang: Allah akan menutupi aibnya di akhirat
Keutamaan yang pertama apabila sesorang menutupi aib orang lain adalah, Allah akan menutupi aib orang tersebut di akhirat nanti.
Hal ini dijelaskan dalam hadist Rasululullah, beliau bersabda: “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)
2. Keutamaan Menutup Aib Orang: Allah akan tutup aibnya di dunia
Selanjutnya adalah bahwa Allah akan menutupi aib dia di dunia selagi orang tersebut berusaha untuk menutupi aib orang lain.
Rasulullah bersabda, “Barang Siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).
Selain itu, saat seseorang berusaha untuk menutupi aib orang lain maka dalam sebuah hadist dikatakan bahwa ia seperti menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup.
BACA JUGA : Aib Saudaramu
“Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup.” (HR Abu Daud).
Lebih daripada kedua hal tersebut, menutup aib orang lain akan mengantarkan kita masuk ke dalam surganya Allah. Sebagaimana Ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dan ash-Shaghir dengan sanadnya dari Abu Sa’id al-Khudri RA ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Tidaklah seorang Muslim melihat aurat (cacat) saudaranya lalu menutupinya kecuali pasti akan masuk surga.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


