Di antara ayat-ayat yang menjelaskan kewajiban puasa dalam surat Al-Baqarah, Allah menyelipkan satu ayat yang berbicara tentang doa. Ini bukan tanpa makna. Seakan Allah ingin mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk mendekat dan bermunajat kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
BACA JUGA: Menjaga Amarah saat Berpuasa: Katakan, “Aku Sedang Berpuasa”
Menariknya, ayat ini berada di tengah-tengah rangkaian ayat tentang puasa. Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa penyebutan ayat doa di sela-sela hukum puasa menunjukkan anjuran untuk bersungguh-sungguh memperbanyak doa, khususnya saat berpuasa dan ketika berbuka.
Keadaan orang yang berpuasa adalah keadaan yang penuh ketundukan. Ia meninggalkan kebutuhan dasarnya semata-mata karena Allah. Hatinya lebih lembut, jiwanya lebih dekat dengan Rabb-nya. Maka saat itulah doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Terlebih lagi ketika menjelang berbuka, saat rasa lapar dan dahaga mencapai puncaknya. Itu adalah momen kerendahan diri yang sempurna. Karena itu, jangan sia-siakan waktu-waktu tersebut dengan kesibukan yang melalaikan. Angkat tangan, hadirkan hati, dan panjatkan permohonan terbaik untuk dunia dan akhirat.
BACA JUGA: Hukum Puasa bagi Orang yang Pingsan atau Koma di Bulan Ramadhan
Puasa dan doa adalah dua ibadah yang saling menguatkan. Puasa melembutkan hati, dan doa menghidupkannya dengan harapan. Maka jadikan Ramadhan sebagai bulan memperbanyak doa, bukan hanya memperbanyak hidangan berbuka. []
RUJUKAN: SAHABAT ILMU
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


