JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Penghormatan Pertama kepada Para Penduduk Surga setelah Melewati Shirath

Diterangkan bahwa tahapan akhir dari hari kiamat adalah penyeberangan sirath, dikhususkan bagi orang-orang mukmin yang selamat tanpa menyertakan orang-orang kafir dan musyrik. Kami telah menyebutkan berbagai hadits yang mulia tentang berbagai cara penyeberangan.

Di antara orang-orang mukmin ada yang menyeberanginya bagaikan kilat, angin, kuda berlari, berjalan biasa, berjalan terseok-seok, juga ada yang berjalan sebentar dan berhenti sebentar, dan ada yang merangkak.

Setelah proses ini selesai, orang-orang mukmin dihadapkan kepada pemandangan di depan surga yang besar dan luasnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Mereka berkumpul di sana sebelum masuk ke dalamnya dan sebelum dibukakan pintunya.

Hari kiamat dan masa di dalamnya sangat panjang hingga mencapai 50.000 tahun. Peristiwa-peristiwa yang kedahsyatannya bisa menghentikan detak jantung dan darah yang mengalir-di antaranya adalah ketika menghadap Allah, hisab, mizan, penyeberangan sirath, dan hal-hal lain yang telah saya jelaskan dengan beberapa perincian di seri ensiklopedi ini-telah usai. Setelah orang mukmin selesai dikumpulkan, mereka bersiap-siap untuk memasuki surga dengan izin dan rahmat Allah.

Tempat ini tidak termasuk bagian surga, tetapi dekat dengannya. Di sana ada rahmat Allah yang dipersiapkan bagi hamba-hamba-Nya pada tahapan ini. Di sana juga ada angin (hembusan-hembusan) surga, kedekatan dengan surga, kebahagiaan surga, ketenangan surga dan sungai-sungai surga sebagai persiapan untuk masuk ke dalam surga.

BACA JUGA:  Pintu-pintu Surga

Seakan-akan Allah menghendaki agar mereka bersiap memasuki surga melalui tahap yang mendahuluinya. Sebab, untuk memasuki surga dan segala kenikmatan yang telah dipersiapkan Allah, kita butuh persiapan. Agar jiwa, jasad, dan ruh orang-orang mukmin siap untuk menerima keindahan yang tidak bisa diilustrasikan.

Itulah halaman yang sangat luar biasa lebarnya yang membentang. Di dalamnya terdapat keelokan, keindahan, kenikmatan dan sungai-sungai surga.

Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan dari Sulaiman bin Al-Mughirah bahwa Hamid bin Hilal berkata, “Disebutkan kepada kami bahwa seorang laki-laki bila memasuki surga, rupanya diubah seperti rupa penduduk surga, diberi pakaian surga, dipakaikan perhiasan surga, serta diperlihatkan istri-istri dan pembantunya. la akan dihinggapi kebahagiaan dan kegembiraan. Seandainya di sana ada kematian, pasti ia akan mati karena sangat gembiranya. Kemudian, dikatakan kepadanya, Tahukah kamu bahwa kebahagiaan ini akan selalu bersamamu selamanya?”

Abdullah bin Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Suwaid bin Sa’id dari Ali bin Mashar dari Abdurrahman bin Ishaq, bahwa An-Nu’man bin Sa’ad as berkata, “Kami pernah duduk-duduk bersama Ali ase, lalu ia membaca ayat ini:

يوْمَ تَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحمن وفدا – وتسوقُ الْمُجْرِمِينَ إلى جهم وردًا (2)

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb Yang Maha Pemurah bagaikan kafilah yang terhormat. Dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.” (Maryam: 85-86).

Kemudian ia berkata:

لا والله مَا عَلَى أَرْجُلِهِمْ يُحْشَرُونَ وَلا يُحْشَرُ الْوَقْدُ عَلَى أَرْجُلِهِمْ وَلَكِنْ عَلَى نُوْقِ لَمْ تَرَ الْخَلَائِقُ مِثْلَهَا عَلَيْهَا رَجَائِلٌ مِنْ ذَهَبٍ فَيَرْكَبُونَ عَلَيْهَا حَتَّى يَضْرِبُوا أَبْوَابَ الْجَنَّةِ.

“Tidak, Demi Allah, mereka tidak dikumpulkan dengan berjalan kaki karena utusan yang terhormat tidak akan dikumpulkan dengan cara seperti ini. Akan tetapi, mereka akan dinaikkan di atas onta-onta yang belum pernah dilihat oleh para makhluk sebelumnya. Dipunggungnya ada pelana dari emas, maka mereka pun naik di atasnya hingga sampai di pintu-pintu surga,”

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Abu Ghassan Malik bin Isma’il An-Nahdi telah mengabari kami bahwa Maslamah bin Ja’far Al-Bajali berkata, “Saya mendengar Abu Mu’adz Al-Bashri berkata, ‘Pada suatu hari, Ali bin Abi Thalib ra pernah duduk di dekat Rasulullah Lalu Ali membaca ayat ini:

يوم تحشر الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَقَدًا :

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb Yang Maha Pemurah bagaikan kafilah yang terhormat (Maryam: 85).

Kemudian berkata, ‘Saya kira kafilah itu adalah rombongan, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya. Ketika manusia keluar dari dalam kubur, mereka akan menghadap atau dijemput dengan onta-onta putih yang bersayap dan memiliki pelana dari emas di atas punggungnya, tali sandal-sandal mereka adalah cahaya yang berkilauan, langkah-langkahnya selebar pandangan mata, lalu mereka berhenti pada sebatang pohon yang akarnya memancarkan dua mata air, kemudian mereka meminum air dari salah satunya dan air tersebut membersihkan semua kotoran yang ada di dalam perut mereka.

Lalu mereka mandi dengan mata air yang satunya sehingga wajah dan rambut mereka tidak akan pernah kusut selamanya setelah itu. Mereka pun dihadapkan kepada pemandangan yang indah, lalu mereka berhenti; mendatangi pintu surga.

Maka, terlihatlah lingkaran dari yakut berwarna merah berada di atas papan (pintu) dari emas. Lalu mereka pun memukulkan lingkaran tersebut ke papan. Tidak terdengar dentingan dari pukulan itu, wahai Ali. Maka para bidadari pun mendengar bahwa suami-suami mereka telah tiba, lalu mereka mengutus wali mereka untuk membukakan pintu. Ketika melihat utusan tersebut, ia bersungkur kepadanya.”

Maslamah berkata, “Saya kira beliau mengatakan bersujud. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, ‘Lalu ia berkata, ‘Angkatlah kepalamu! Aku hanyalah walimu yang ditugaskan mewakili urusanmu. Lantas ia pun mengikuti dan berjalan di bekalangnya.

Para bidadari itu pun dikuasai ketergesa-gesaan. Mereka keluar dari kemah mutiara dan yakut, lalu memeluknya seraya berkata, “Engkau kekasihku dan aku mencintaimu. Aku keabadian yang tidak akan mati. Aku kenikmatan yang tidak akan pernah putus. Aku keridhaan yang tidak akan pernah marah. Aku akan selalu tinggal dan tidak akan pernah berpindah.”

Kemudian, ia masuk ke dalam rumah yang jarak antara dasar dan atapnya seratus ribu hasta. Bangunannya dari batu permata dan sejenisnya yang berwarna merah, kuning, dan hijau. Di sana tidak ada jalan yang sulit bagi pemiliknya. Di dalam rumah terdapat tujuh puluh istri dan setiap istri memakai tujuh puluh pakaian. Sumsum betisnya terlihat dari luar pakaiannya, la akan berjimak dengan istrinya selama semalam seperti malam kalian.

Sungai-sungai mengalir di bawahnya; sungai dari air yang tidak berubah warna dan baunya, jernih tidak ada kotoran di dalamnya dan sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya yang tidak diperas dari hewan ternak, sungai-sungai dari khamer yang lezat bagi peminumnya dan belum pernah diperas para laki-laki dengan kakinya, dan sungai-sungai dari madu murni yang tidak keluar dari perut lebah.

la pun mendapati buah-buahan yang manis. Jika menghendaki, ia bisa memakannya sambil berdiri atau jika mau, bisa sambil duduk atau bersandar. Kemudian beliau membaca ayat:

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِللها وَذُلِلَتْ قُطُوفُها تَدْلِيلاً .

“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” (Al-Insan: 14).

Ketika ia ingin makan, burung berwarna putih mendatanginya.” Maslamah berkata, ‘Mungkin hijau.”

Beliau melanjutkan, “Lalu ia mengepakkan sayapnya dan ia memakan dari jenis-jenisnya sekehendaknya. Kemudian burung itu pun terbang dan pergi. Lalu masuklah malaikat dan berkata, “Kesejahteraan atas kalian. “Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (Az-Zukhruf: 72)”

Dari Abu Qasim Al-Baghawi, dari Ali bin Ja’d, dari Zuhair, dari Abu Ishak, dari Ashim bahwa Ali berkata, “Diceritakan tentang neraka dengan detail hingga penjelasannya menjadi sangat lebar yang aku tidak menghafalnya. la lalu membaca ayat:

وسيق الذين القوارهمْ إِلَى الْجَنَّةِ امرا

Dan orang-orang yang bertakwa kurada Rabè mereka dibawa ke dalam surga berombong rombongan…. (Az-Zumar: 73), hingga ketika mereka sampai di salah satu pintu surga, mereka melihat pohon yang dari pangkalnya keluar dua mata air yang mengalir.

Lalu mereka menuju ke salah satu dari mata air tersebut seakan-akan mereka diperintah kepadanya. Lalu, mereka meminumnya hingga melenyapkan seluruh kotoran, rasa sakit, atau siksaan dari dalam perut mereka.

Kemudian mereka berpindah ke mata air satunya untuk menyucikan diri darinya sehingga terlihat pemandangan yang elok pada mereka dan rambut mereka tidak pernah berubah selamanya setelah itu, (rambut) kepala mereka tidak akan pernah kusut, seakan-akan diolesi dengan minyak. Kemudian mereka berhenti di surga, lalu dikatakan kepada mereka. Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamul Maka masukilah surga ini, kamu kekal di dalamnya. (Az-Zumar: 73).

Lantas mereka disambut oleh pemuda-pemuda yang mengelilingi mereka, seperti anak-anak di dunia yang mengelilingi ibunya ketika datang. Mereka berkata, “Berbahagialah dengan kabar gembira yang dijanjikan Allah untuk Anda. Salah satu pemuda kemudian pergi menemui salah satu istri penghuni surga tersebut dari bidadari yang jelita seraya berkata, “Si fulan telah tiba, dengan menyebutkan nama yang dijadikan panggilannya di dunia.

Bidadari itu berkata, “Apakah kamu telah melihatnya? la menjawab, “Benar, saya melihatnya. Dia di belakangku. Maka salah satu dari mereka benar-benar dikuasai kegembiraan hingga berdiri di ambang pintu. Ketika penduduk surga tersebut telah sampai di rumahnya, ia memandangi pondasi rumahnya yang terbuat dari batu permata, di atasnya berdiri tiang-tiang istana yang berwarna merah, hijau, kuning, dan semua warna.

Kemudian ia mengangkat kepalanya dan memandangi atapnya, ia melihatnya seperti kilat. Kalau saja Allah tidak menguatkannya, pasti pandangannnya akan buta. Kemudian ia menundukkan kepalanya dan mendapati istrinya. ‘Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, Dan permadani-permadanı yang terhampar. (Al-Ghasyiyyah: 14-16).

BACA JUGA: Surga, Kenikmatan yang Dijanjikan

Kemudian ia bangkit seraya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kepada kami. Sesungguhnya rasul-rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran. Dan diserukan kepada mereka, Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Al-A’rất: 43).

Kemudian penyeru mengumumkan, ‘Kalian akan hidup dan tidak akan mati selamanya, bermukim tidak akan berpindah selamanya, serta sehat dan tidak akan sakit selamanya.”

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Basyar bin Syaghaf berkata, “Kami sedang diuduk-duduk bersama Abdullah bin Salam. Ia berkata, “Makhluk yang paling mulia di sisi Allah ialah Abul Qasim (Muhammad). Sesungguhnya, surga berada di langit dan neraka berada di dasar bumi. Maka, apabila hari kiamat telah tiba, penyeru akan mengumumkan, ‘Di manakah Ahmad dan umatnya?

Lalu beliau pun berdiri diikuti umatnya baik yang saleh maupun yang fajir. Lalu, menyeberangi jembatan dan Allah membutakan pandangan musuh-musuh beliau sehingga mereka berjatuhan di kanan dan kiri jembatan. Selamatlah Nabi dan orang-orang saleh yang bersamanya.

Mereka disambut oleh para malaikat sedangkan rumah dan tempat-tempat tinggal mereka berada di sisi kanan dan kirimu. Sampai ketika beliau telah sampai di hadapan Rabb-nya, maka beliau pun diberi kursi dari arah yang lain. Setelah itu datanglah para nabi yang lain bersama umat-umat mereka hingga yang paling akhir adalah Nuh. []

Sumber: Surga & Neraka / Penulis: Dr. Ahmad Muntaria Muttawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 09 – November 2017 W

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Seberat Kalimat Tasbih di Hari yang Menentukan

Yaumul Hisab

Sungai-sungai Surga

Yaumul Hisab

Dari Mana Sungai-sungai Surga Memancar?

Yaumul Hisab

Rumah di Surga