JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Peran Seorang Ayah dan Suami yang Sholih

Imam An-Nawawi punya orangtua khususnya ayah yang memiliki peran besar dimana ayahnya seorang yang sholih dan rajin ibadah. Peran ayah besar dalam mendekatkan diri kepada anaknya, dan ayahnya selalu menjaga diri dan keluarganya dari harta haram. Selalu mendukung anaknya sehingga anaknya tidak mikir apa-apa melainkan belajar dan buat karya. Contohnya diantaranya:

Ketika Syaikh Yasin bin Yusuf mendoakan dan mengharapkan kebaikan pada Imam Nawawi dihadapan ayahnya maka ayahnya bertekad besar menjaganya. Akhirnya yang dikenal Imam An-Nawawi khatam Al-Qur’an sebelum aqil baligh. Pada usia 19 tahun ayahnya menyuruh belajar ke Damaskus di Madrasah Rohawiyyah.

Ayahnya mengajak Imam An-Nawawi ikut ke toko namun ketika Imam An-Nawawi di toko ayahnya diarahkan agar membaca Qur’an di toko dan tidak disibukan dengan berdagang di toko.

BACA JUGA: Bahagia Ayah dan Anak, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Seorang ayah selalu yakin dan menjadi figur teladan bagi anaknya. Dihari-hari ini hubungan ayah dengan anak harus dekat, takwanya ayah kepada Allah harus dekat.

Imam An-Nawawi makan setiap malam sebagaimana dituturkan oleh ulama, ini bukti pendidikan sosok ayah sesulit apapun tetap memberikan pengertian dan edukasi kepadanya.

Kita harus siap menjadi ayah, bukan jadi ayah gara-gara istrinya lahiran. Dan tidak ada kata terlambat mulai dari sekarang disisi lain bagi wanita dukung suami kita menjadi seorang ayah dan kasih masukan serta minta agar kita dipimpin olehnya.

Dan jika pasangan kita sulit untuk dibimbing dan terjadi kekacauan dalam rumah tangga maka itu akibat dari dosa-dosa kita.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs. Asy-Syuro: 30)

Imam Ibnu Qayyim berkata : “Mayoritas orang yang durhaka kepada Allah adalah cara pendidikan orangtua kepada anaknya.”

BACA JUGA: Hukum Menceritakan Amal Shalih

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Ath-Thabrani)

Bagi saudariku yang belum menikah maka carilah seorang ayah yang akan menjadi pemimpin bukan melihat ketampanan dan harta walaupun hal ini diperhitungkan oleh agama kita. Tapi jangan hanya mengandalkan itu jika kita ingin bahagia maka carilah yang dapat memimpin kita dan anak-anak kita serta mengerti konsep, pola, peta sebagaimana ayahnya Imam An-Nawawi. []

RESUME DARI KAJIAN USTADZ MUHAMMAD NUZUL DZIKRI, Lc.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Dakwah pada Orangtua

Baiti Jannati

Mengembangkan Hati Nurani Anak

Baiti Jannati

Tujuan Hukuman pada Anak dalam Pendıdıkan Islam

Baiti Jannati

Jadikan Shalat sebagai Penyejuk Hati

Leave a Reply