JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 1: Semua Amal Bergantung pada Niatnya

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar ibnul Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’b bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-Adawi r.a., ia berkata,

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَى صِحْتِهِ رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِينَ: أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهِ الْجُعْفِيُّ الْبُخَارِيُّ، وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنِ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمِ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي كِتَابَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ

وما أمرو حُنَفَاءَ وَي دِينُ الْقَيِّم

“Aku mendengar Rasulullah ﷺ . bersabda, ‘Semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barang-siapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan Ra-sul-Nya, maka hijrahnya itu pun kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehnya, atau untuk seorang wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnya pun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu.”

(Muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh dua imam muhaddits, yai-tu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibnul Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari, dan Abul Husain Muslim bin Haj-jaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi dalam kitab masing-masing yang merupakan kitab hadits paling shahih)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Permulaan Wahyu dan kitab Iman bab “Riwayat bahwa Amal itu Sesuai dengan Niat yang Baik, dan Masing-masing Orang Memperoleh Apa yang Diniatkan-nya” (1/7, 15), dan dalam kitab Pembebasan Budak, dan juga diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Keimanan bab “Sabda Nabi: Amal itu Tergantung pada Niat.” (1907)

BACA JUGA: Generasi-generasi Terbaik dan Hadist-hadist tentang Waktu Kiamat

Penjelasan Kata

الحفص Singa Abu Hafsh adalah gelar bagi Umar ibnul Khaththab.

إِنَّمَا Sesungguhnya. Partikel pengkhususan yang berfungsi untuk menguatkan hukum yang disebutkan setelahnya.

النيات

Niat. Maksudnya, bentuk jamak dari kata niyyah. Ia adalah mashdar atau isim mashdar. Niat menurut bahasa berarti bermaksud. Sedangkan menurut istilah, berarti berma-sud melakukan sesuatu dengan disertai perbuatannya.

الهجرة Hijrah Menurut bahasa berarti meninggalkan, sedangkan menurut istilah syara’ berarti meninggalkan daerah kafir menuju daerah Islam karena takut fitnah.

Asbabul Wurud

Imam ath-Thabrani menuturkan riwayat dengan sanad para perawi yang tepercaya, dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, “Dahulu ada di antara kami seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummul Qais. Namun, wanita itu menolak menikah dengannya sebelum ia melakukan hijrah. Kemudian laki-laki itu berhijrah dan ia pun bisa menikahinya. Maka, kami pun menyebutnya sebagai Muha-jir Ummil Qais (orang yang berhijrah karena Ummu Qais).”

BACA JUGA:  Keutamaan Bersilaturahim Menurut Hadist Nabi

Mutiara-Mutiara Hadits

1. Para ulama sepakat bahwa niat itu menjadi suatu keharusan dalam sebuah amal, agar mendapatkan pahala ketika amal tersebut dikerjakannya. Tetapi, para ulama juga menjelaskan bahwa niat merupakan syarat bagi sahnya sebuah amal.. Ulama madzhab Syafi’i berpendapat, “Niat itu merupakan syarat bagi ibadah perantara (bukan ibadah utama) seperti halnya wudhu dan syarat dalam ibadah utama seperti shalat.” Sedangkan ulama madzhab Hanafi berpendapat, “Niat itu menjadi syarat untuk ibadah utama saja dan tidak dalam ibadah yang menjadi perantara.”

2. Tempat niat itu di dalam hati dan tidak disyaratkan untuk mengucapkannya.

3. Ikhlas karena Allah SWT adalah salah satu dari sekian banyak syarat diterimanya sebuah amal. Karena, Allah SWT tidak akan menerima suatu amal, kecuali amal yang tulus dan murni yang dilakukan hanya untuk-Nya. []

Sumber: Nuzhatul Muttaqiin Syarhu Riyaadhish Shaalihiin (Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 1) / Penulis: Imam an-Nawawi (Pensyarah: Musthafa Dib al-Bugha dkk -Penerjemah: Misbah) / Penerbit: Asli Darul Musthafa / Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Hadist Anjuran untuk Berobat

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 12: Tawasul dengan Doa

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 11: Niat Kebaikan dan Keburukan

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 10: Menunggu Shalat dalam Masjid