JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Selagi Masih Hidup, Istiqamahlah

Dalam kehidupan dunia yang penuh liku dan godaan, tidak ada bekal yang lebih mulia dan menyelamatkan selain istiqamah. Sebuah kata sederhana, tetapi mengandung perjuangan yang berat dan terus-menerus. Istiqamah berarti teguh dalam kebenaran, terus berjalan di atas jalan Allah tanpa menyimpang, walau ujian datang bertubi-tubi.

Syaikh Muhammad Khalil Harras rahimahullah berkata: “Orang yang ketika di dunia bersungguh-sungguh untuk istiqamah di atas jalan Allah, yaitu agama-Nya yang benar, niscaya dia akan istiqamah (melewati) shirath (jembatan yang terbentang di atas neraka) nanti di akhirat.” (Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah, hlm. 111)

Shirath yang dimaksud adalah jembatan di akhirat yang lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam dari pedang, yang harus dilewati oleh setiap manusia menuju surga. Maka, siapa yang istiqamah di dunia, Allah akan memudahkan langkahnya di atas shirath di akhirat.

BACA JUGA:  Hadits Arbain ke-21: tentang Istiqamah

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’” (QS. Fusshilat: 30)

Ayat ini menunjukkan kemuliaan orang-orang yang istiqamah. Mereka tidak hanya dijanjikan surga, tetapi juga diberi ketenangan di dunia dan akhirat. Istiqamah bukan berarti tidak pernah tergelincir, namun selalu kembali ke jalan yang benar ketika jatuh, tidak terus menerus dalam dosa dan maksiat.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Istiqamah adalah beramal terus-menerus di atas kebenaran.” (Lihat: Madarijus Salikin, 2/11)

Istiqamah bukan sekadar ucapan, melainkan kesungguhan dalam amal dan konsistensi dalam ketaatan. Ia tampak dalam shalat yang dijaga waktunya, dalam lisan yang terjaga dari ghibah dan dusta, dalam hati yang tidak iri dan dengki, dan dalam kehidupan yang bersih dari kemaksiatan.

Namun, jalan istiqamah tidak selalu mulus. Godaan syahwat dan tekanan dunia bisa membuat seseorang tergelincir. Karena itu, Allah memerintahkan kita untuk selalu berdoa agar diberi keteguhan hati.

Nabi ﷺ sering berdoa: “Ya Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, no. 3522)

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Kedudukan istiqamah adalah puncak dari segala urusan. Ia butuh niat yang kuat dan upaya yang sungguh-sungguh, dan tidak ada keberuntungan bagi siapa pun tanpa istiqamah.” (Madarijus Salikin, 2/10)

BACA JUGA:  Sebesar-besar Sebab Meraih Istiqamah

Maka, mumpung kita masih hidup, masih bisa sujud, beristighfar, dan menangis dalam doa, teruslah berjuang untuk istiqamah. Jangan menunggu tua, jangan menunggu waktu luang, karena maut bisa datang secepat kedipan mata.

💡 Penutup

Istiqamah adalah jalan menuju kemuliaan dunia dan keselamatan akhirat. Hanya mereka yang kuat tekad dan sabar di atas ketaatan yang bisa menapakinya. Dan hanya dengan pertolongan Allah-lah istiqamah bisa diraih.

“Tetaplah istiqamah. Karena siapa yang tetap teguh di dunia, dia akan selamat meniti shirath menuju surga.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Saudaraku, Ketuklah Pintu Langit

Nasihat

Istiqomah dan Kita

Nasihat

Berhati-hatilah, Iblis Akan Membuatmu Merasa Sudah Jadi Baik

Nasihat

Kebaikan, Bisa Jadi yang Kecil Itu yang Menyelamatkanmu