JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Yang Berkurang Bukan Waktu, tapi Umurmu

Imam Ibnu Rojab rahimahullah pernah berkata, “Wahai orang-orang yang berbangga telah melewati banyak tahun dalam kehidupannya… sebenarnya yang engkau banggakan adalah umurmu yang telah berkurang.” (Lathāiful Ma’ārif, hlm. 405)

Kalimat singkat ini mengandung lautan hikmah. Banyak orang merasa bangga ketika usianya bertambah, seolah-olah itu adalah pencapaian yang menunjukkan kematangan, pengalaman, atau bahkan kebijaksanaan. Namun sesungguhnya, semakin bertambah umur seseorang, maka semakin dekat pula ia kepada ajalnya. Setiap hembusan napas bukan sekadar menghidupkan, tapi juga mendekatkan kita pada kematian.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum engkau (wahai Muhammad); maka jika engkau mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. Al-Anbiya: 34)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada manusia yang kekal di dunia ini. Setiap tahun yang kita lalui bukanlah penambahan umur dalam arti hakiki, melainkan pengurangan jatah hidup yang telah ditentukan oleh Allah sejak di Lauhul Mahfuz.

BACA JUGA: Doa Saat Berumur 40 Tahun

⏳ Umur adalah Modal, Bukan Milik

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu harimu pergi, maka sebagian dirimu telah pergi.” (Ibnul Jauzi, Shifatush Shafwah, 2/343)

Renungan ini membuka mata bahwa umur adalah modal utama untuk beramal. Setiap detik adalah kesempatan yang takkan kembali. Maka siapa pun yang menyia-nyiakan waktunya, sejatinya ia sedang menyia-nyiakan hidupnya sendiri.

Kita sering mengukur umur dengan hitungan tahun, padahal kualitas umur tidak ditentukan dari jumlahnya, tetapi dari bagaimana ia diisi. Satu hari yang diisi dengan ketaatan kepada Allah lebih berharga dari puluhan tahun yang kosong dari makna dan amal.

🕯️ Yang Berkurang Takkan Kembali

Perjalanan hidup adalah perjalanan satu arah. Tidak ada putaran balik. Setiap hari berlalu membawa serta sebagian dari umur kita. Oleh karena itu, setiap orang yang cerdas hendaknya tidak hanya menghitung umurnya, tetapi juga menghitung bekalnya.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara.”
Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di waktu sore, jangan tunggu pagi. Jika berada di waktu pagi, jangan tunggu sore. Gunakan sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Bukhari, no. 6416)

Hadis ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda amal. Jangan menunggu waktu yang sempurna, karena kesempurnaan itu bisa jadi takkan pernah datang. Umur adalah teka-teki, dan kita tak pernah tahu kapan ia akan selesai.

BACA JUGA: Hukum Berdoa Agar Panjang Umur

🌹 Penutup: Jangan Terlena oleh Angka

Bertambahnya usia harusnya membuat kita lebih sadar, bukan lebih lalai. Lebih tunduk, bukan lebih sombong. Jangan berbangga karena usia panjang, tetapi bersyukurlah bila kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Umur manusia adalah waktu hidupnya, dan waktu hidupnya adalah modal utamanya. Maka siapa yang menyia-nyiakan waktunya, berarti ia menyia-nyiakan seluruh modalnya.” (Al-Fawaid, hlm. 232)

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang pandai menghitung bukan hanya umur yang tampak, tetapi juga menghitung seberapa dekat kita kepada Allah, sebelum usia benar-benar habis dan pintu amal tertutup selamanya. []

📚 Referensi:
Ibnu Rojab al-Hanbali, Lathāiful Ma’ārif, hlm. 405
Al-Qur’an, QS. Al-Anbiya: 34
Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 6416
Ibnul Jauzi, Shifatush Shafwah, 2/343
Ibnul Qayyim, Al-Fawāid, hlm. 232

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Orang Beriman Bisa Hasad?

Muhasabah

Hikmah Mengingat Mati

Muhasabah

Menjaga Warisan Amal Shalih Kaum Salaf

Muhasabah

Jangan Merasa Aman dari Dosa