Seorang muslim mempunyai beberapa tingkatan keimanan. Iman itu terdiri dari ucapan hati dan ucapan lisan, maupun perbuatan hati dan perbuatan anggota tubuh lahir.
Jadi, iman itu adalah ucapan dan perbuatan, baik lahir maupun batin.
Definisi Iman
Al-Bukhari Rahimahullah mengatakan,
وَهُوَ قوْلٌ وَفِعْلٌ وَيَزِيْدُ وَيَنْقُصُ
“Iman itu ucapan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.” (Shahih Al-Bukhari).
BACA JUGA: Jika Engkau Menginggalkan Al-Quran
Iman itu terdiri dari ucapan hati dan ucapan lisan, maupun perbuatan hati dan perbuatan anggota tubuh lahir. Jadi, iman itu adalah ucapan dan perbuatan, baik lahir maupun batin.
Maksud dari ucapan dan perbuatan, baik lahir maupun batin (hati), yaitu:
1. Ucapan hati berbentuk keyakinan dan pembenarannya.
2. Perbuatan hati berbentuk gerakan hati yang membuahkan amal lahir dan ucapan lisan, contohnnya adalah niat, ikhlas, tawakal, takut, cinta, harap, dan selainnya.
3. Ucapan lahir (lisan) berbentuk ucapan dua kalimat syahadat, bacaan Alquran, zikir, dan selainnya.
4. Perbuatan anggota tubuh lahir berbentuk salat, puasa, zakat, haji, dan selainnya.
Iman itu bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kemaksiatan kepada Allah, bahkan bisa musnah dengan kekafiran.
BACA JUGA: Lalai, yang Merusak Keimanan
Pertambahan keimanan itu menyebabkan tercapainya kesempurnaan iman, baik kesempurnaan yang wajib maupun sunah.
Berkurangnya keimanan itu menyebabkan berkurangnya kesempurnaan iman, baik yang wajib maupun sunah.
Musnahnya keimanan itu karena hilangnya dasar iman, dengan melakukan perbuatan atau mengucapkan ucapan kekafiran (mengeluarkan pelakunya dari Islam). []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


