JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Waktu: Pedang yang Bisa Menyelamatkan atau Menebas

Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan bijak dari Imam Syafi’i rahimahullah: “Waktu laksana pedang, jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa waktu bukanlah sesuatu yang netral. Ia selalu “bekerja” – apakah untuk kita, atau justru melawan kita. Jika kita bijak memanfaatkannya untuk ketaatan, ilmu, amal shalih, dan kebaikan, maka waktu menjadi jalan menuju keberkahan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Namun, jika kita biarkan berlalu tanpa makna, ia justru akan menjadi saksi bisu yang menuntut kita pada hari perhitungan.

BACA JUGA: Waktu-waktu Terkabulnya Doa

Rasulullah ﷺ pun telah menegaskan pentingnya kesadaran terhadap nikmat waktu ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: “Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Betapa sering manusia hanya menyadari berharganya dua nikmat ini ketika telah hilang. Ketika sakit, baru ia menyesal tidak memanfaatkan sehatnya untuk berbuat banyak. Ketika waktu sudah habis, baru ia sadar banyak amal yang belum ia lakukan.

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan perkataan Ibnu Bathal tentang hadits tersebut. Menurut beliau, maksudnya adalah seseorang baru benar-benar memiliki waktu luang ketika tubuhnya dalam keadaan sehat. Dan ketika Allah memberikan nikmat sehat serta waktu luang bersamaan, hendaknya seseorang bersemangat agar tidak terperdaya dan lalai dari bersyukur kepada Allah. Bentuk syukur itu adalah memanfaatkan nikmat tersebut untuk ibadah, menuntut ilmu, berbuat baik kepada sesama, serta menjauhi perkara yang sia-sia.

BACA JUGA:  Jangan Sia-siakan Waktu untuk Amal Shalih

Sungguh, kesibukan dalam kebaikan adalah penyelamat dari kesia-siaan. Seorang ulama salaf mengatakan, “Sesungguhnya jiwa manusia, bila tidak disibukkan dengan kebaikan, ia akan disibukkan dengan kebatilan.” Ini adalah sunnatullah. Jiwa manusia selalu butuh arah dan tujuan. Jika kita tidak menuntunnya menuju jalan yang benar, ia akan menempuh jalan yang salah dengan sendirinya.

Marilah kita renungkan, sudahkah kita benar-benar memanfaatkan nikmat sehat dan waktu luang yang Allah titipkan? Jangan sampai pedang waktu itu justru menjadi pedang yang menebas kita sendiri di kemudian hari. Semoga Allah memberi kita taufik untuk selalu mengisinya dengan amal yang diridhai-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Kelezatan Maksiat dan Kenikmatan Beribadah

Muhasabah

Jangan Jadi Orang yang Pelit, Kikir, Bakhil

Muhasabah

Cara Hidup Kita

Muhasabah

10 Nasihat tentang Tahajjud