JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tanya Jawab

Apa Bukti Keadilan Allah Subhanahu wa Ta’la dan Karunia-Nya?

Keadilan Allah

Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia: semoga Allah senantiasa mem balasmu dengan kebaikan, kami mendapatkan masalah yang membuat kami ragu dalam pikiran kami, kami melihat dua orang yang melakukan satu kemaksiatan kemudian salah satu dari keduanya meninggal dengan tiba-tiba dan yang lain hidup lalu bertaubat dari kemaksiatan tersebut.

Kami tidak ragu akan keadilan Allah akan tetapi apakah mungkin dalam keadilan Allah untuk memberi kesempatan orang satu hingga ia bertaubat dan tidak memberi kesempatan yang lain bahkan Allah mewafatkannya di atas perbuatan maksiatnya? Aku memohon kepadamu apakah Allah mematikannya untuk membalasnya?

Jawaban: Tidak, sesungguhnya dia telah sampai pada ajal yang ditetapkan oleh Allah. Yaitu ajal yang telah ditakdirkan. Berkaitan dengan Allah memanjangkan umur orang yang satunya lagi, hal itu karena karunia yang Dia berikan kepada orang yang dikehendaki-Nya.

BACA JUGA: Apa Para Peran Pemuda yang Teguh dalam Kebangkitan Beragama?

Dan orang yang meninggal diatas maksiat namun tanpa mengerjakan kesyirikan, dia tergantung pada kehendak Allah, jika Allah menghendaki akan mengampuni dan jika Allah menghendaki maka, Dia akan menyiksanya. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…..” (QS. an-Nisaa’: 48)

Tidak samar dalam hal ini ada hadits yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau membuat suatu perumpamaan, yaitu bagi umatnya yang bersama kaum Yahudi dan Nashrani. Diumpamakan dengan seorang laki-laki yang mengupah pelayannya.

Ada sekelompok orang yang bekerja mulai shubuh hingga zhuhur lalu mereka diberi upah, dan sekelompok orang yang bekerja mulai zhuhur hingga ‘ashar lalu mereka diberi upah kemudian ada sekelompok orang yang bekerja dari mulai ‘ashar hingga maghrib maka mereka diberi upah sebanyak dua kali lipat dari kelompok yang pertama. Yakni upahnya dilipatgandakan, maka yang pertama membantah hal itu.

Mengapa mereka diberi upah dua kali lipat? Padahal pekerjaannya lebih sedikit dari kita? Dia berkata: apakah aku menzhalimi kalian sedikitpun? Mereka berkata: Tidak. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ini adalah karunia-Ku, Aku berikan kepada orang yang Aku kehendaki, yaitu Aku telah berikan kepada kalian sepuluh dan Aku berikan kepada dia dua puluh. Maka tidak ada hak sedikitpun bagi kalian disisi-Ku.”

BACA JUGA: Apa Iman Akan Meningkat Antara Seseorang dengan Orang yang Lain?

Yang penting masalah ini tidak ada keruwetan selamanya. Orang ini mati karena ajalnya sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mematikan untuk menyiksanya dan dia juga tergantung kepada kehendak Allah. Jika dosanya dibawah dosa syirik. Adapun orang yang dipanjangkan umurnya oleh Allah, dia juga akan menemui ajalnya, mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubatnya dan mungkin tidak menerima taubatnya dan mungkin bertambah dosanya di atas dosa.

(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 1/17-52) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Muhaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tanya Jawab

Bagaimanakah Terjadinya Perubahan Tubuh di Akhirat dari Keadaannya di Dunia?

Tanya Jawab

Apakah Imam Mahdi Itu Benar-benar Nyata Adanya?

Tanya Jawab

Apa Hukum Menyewakan Kios untuk Menjual Rokok, Alat Musik, Kaset Video dan Bank Ribawi?

Tanya Jawab

Apa Hukum Bekerja di Bank?