Allah berfirman:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (1) لَعَلَى أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَابِلُهَا وَمِن وَرَابِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:
“Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia), agar aku ber-buat amal yang shalih terhadap yang telah Aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)
BACA JUGA: Apakah Para Nabi dan Rasul Juga Mengalami Sakaratul Maut?
Syaikh As-Sadi menafsirkan, Allah mengabarkan bahwa kondisi para pendosa serta orang-orang lalim saat menghadapi kematian ia menyesal karena melihat seperti apa tempat kembalinya, menyaksikan buruknya amal perbuatan yang ia lakukan, sehingga ia mengharap untuk dikembalikan lagi ke dunia bukan untuk bersenang-senang dan menuruti hawa nafsu, seperti yang mereka katakan (tercantum dalam Al-qur’an surat Al-mukminun ayat 100) “Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah Aku tinggalkan.” Amal shalih yang aku tinggalkan di sisi Allah. “Sekali-kali tidak,” tidak akan dikembalikan ke dunia dan tidak ada tenggang waktu saat Allah ke dunia. Allah menetapkan mereka tidak akan kembali lagi. (15 Taisirul Karim ar-Rahman, hal: 559)
Sampai Kapan?
Sampai kapan gerangan semua amal buruk Anda berakhir, kemana gerangan kesungguhan itu, sampai kapan Anda terus bercanda, hari-hari akan berlalu, waktu akan pergi, selanjutnya tiba masa jasad ini akan usang ditelan cacing, jasad ini akan menjadi santapan cacing pada pagi dan sore, dengan ikat pinggang tanah, tandanya tiada pernah hilang dan pergi, setelah itu Munkar dan Nakir tiba, seperti dijelaskan dalam hadits-hadits shahih.
Berapa banyak orang yang melawan namun kalah, berapa banyak orang maju berperang tanpa senjata, berapa banyak orang yang disibukkan oleh pujian atau celaan, menangis ataupun berteriak, namun ketika dikatakan kepadanya: “Berharaplah,” saat itu mereka memilih kembali lagi ke dunia seperti yang mereka usulkan. Bagaimana bisa kembali ke dunia, apakah burung yang patah sayapnya bisa terbang?
BACA JUGA: Sakitnya Sakaratul Maut
Wahai, yang Usianya Berlalu
Wahai yang usianya berlalu saat demi saat, wahai yang sering lalai demi barang dagangan yang tidak seberapa, bagaimana jika malaikat Munkar dan Nakir mendatangi Anda dalam kondisi yang paling mengerikan, keduanya bersikap kasar lalu Anda mengharapkan kembali ke dunia meski sesaat, memohon untuk kembali ke dunia untuk melakukan amal shalih dan berkata, “Rabb, kembalikan aku,” saat itu permohonan itu tidak lagi dikabulkan. []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat) / Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Pustaka Dhiya’ul Ilmi / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


