JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sosok

Imam Muslim (820-875 M)

Imam Muslim

Dia adalah Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajj Al-Qusyairi. Dia dinisbahkan kepada An-Nisaburi karena dia merupakan putra kelahiran Nisabur. Dia dilahirkan pada tahun 204 H (820 M) di kota kecil di Iran bagian Timur Laut. Dia juga dinisbahkan kepada nenek moyangnya Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin Shasha’ah, sebuah keluarga bangsawan besar.

Dia dikenal seorang ulama hadits dan hafizh yang terpercaya, yang gemar merantau dan berburu hadits ke berbagai negeri. Dia mengunjungi kota Khurasan untuk berguru hadits kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Pergi ke kota Rey untuk menimba hadits kepada Muhammad bin Mahran, Abu Hasan, dan lainnya. Pergi ke Irak untuk belajar hadits kepada Ibnu Hambal, ‘Abdullah bin Maslamah, dan lainnya. Pergi ke Mesir untuk berguru hadits kepada Amir bin Sawad, Harmalah bin Yahya, dan ulama hadits lainnya.

Di samping itu, masih banyak ulama hadits yang menjadi gurunya. Di antaranya adalah Qatadah bin Sa’id, Al-Qa’Nabi, Isma’il bin Abu Uwais, Muhammad bin Al-Mutsanna, Muhammad bin Ruhmi, dan lain-lainnya.

BACA JUGA:  Apakah Seorang Muslim Harus Mengikuti Suatu Mazhab Tertentu?

Adapun ulama besar dan para hafizh yang pernah menimba ilmu hadits kepada dia, di antaranya: Abu Hatim, Musa bin Haran, Abu Isa At-Turmudzi, Yahya bin Sa’id, Ibnu Khuzaimah, Awwanah, Ahmad bin Al-Mubarak dan sebagainya.

Karyanya di bidang hadits yang dinilai sebagai sumbangan atau kontribusinya yang sangat berjasa bagi umat Islam adalah Jami’u Ash-Shahih yang dikenal dengan Shahih Muslim.

Para ulama menyebut kitab ini sebagai kitab hadits yang belum pernah didapatkan sebelum dan sesudahnya di tinjau dari segi tertib susunan, sistematika isi, tidak bertukar-tukar, serta tidak berlebih dan tidak berkurang sanadnya. Secara global kitab ini tidak ada bandingannya ditinjau dari ketelitian dalam menggunakan sanad.

Para Jumhur ulama mengakui bahwa kitab Shahih Al-Bukhari adalah kitab hadits paling shahih dan memberikan faidah yang sangat besar bagi kehidupan keberagaman umat Islam, sedangkan kitab Shahih Muslim adalah kitab yang susunan isnadnya paling cermat dan teliti serta sedikit sekali terjadi pengulangan karena setiap hadits yang dia cantumkan pada satu bab diusahakan tidak dicantumkan lagi pada bab yang lain.

Al-Hafidz Abu Ali An-Nisaburi berpendapat, “Di bawah kolong langit tidak ada kitab hadits yang keshahihannya melebihi kitab Shahih Muslim ini.”

Kitab ini memuat hadits sebanyak 7273 buah, termasuk hadits yang diulang-ulang. Jika dikurangi hadits-hadits yang diulang-ulang berjumlah 4000 buah.

BACA JUGA: Imam Hasan Al-Bashri dan Akhlak Terpuji

Di samping itu, dia menulis beberapa kitab di bidang disiplin ilmu pengetahuan hadits dan lainnya, di antaranya; Musnad Al-Kabir; Al-Jami’ Al-Kabir; Kitab Al-‘Ilal Wa Kitab Auham Al-Muhadditsin; Kitab At-Tamyiz; Kitab Man Laisa Lahu Illa Rawin Wahidun; Kitab Ath-Thabaqat At-Tabi’in dan Kitab Al-Muhadhramin.

Dia meninggal dunia pada hari Ahad, bulan Rajab 261 H (875M), dan dikebumikan pada hari Senin di Nisabur. []

Sumber: Al-Ahaadütsu al-Qudsiyyah (Kumpulan Hadist Qudsi, Beserta Penjelasannya) / Penyusun: Imam An-Nawawi dan Al-Qasthalani) / Penerbit: Muassah ar-Rayan – Darul Manar / Cetakan: Bab 1446 H/ Februari 2025

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sosok

Syukur Umar bin Abdul Azis

Sosok

Siapa Imam Ibnul Jauzi?

Sosok

Kecerdasan Abu Hanifah

Sosok

Abu Hanifah dan Pengajar Anak-anak